Siwa SMP N 2 Kudus Mahir Memainkan Gamelan

Diposting pada
SEPUTAR KUDUS – Siswa SMP 2 Kudus memainkan gamelan

KUDUS KUDUS – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Kudus tidak hanya mempunyai prestasi akademik yang membanggakan, Namun sekolah yang telah berstatus Rintisan Sekolah Bertarap Internasional(RSBI) tersebut tidak meninggalkan aspek kebudayaan dan kesenian daerah dalam pengembangan kemampuan siswanya. Tercatat sejumlah kesenian daerah yang mereka miliki cukup beragam, di antaranya kesenian tari tradisional, wayang kulit dan karawitan.

Namun dari sejumlah kesenian yang diprogramkan SMP N 2 Kudus tersebut kesenian karawitanlah yang paling mencolok. Kesenian yang digawangi 30 siswa yang diikuti kelas 1 hingga kelas 3 tersebut menjadi kebanggaan sekolah dan kerap mewakili Kudus dalam beberapa acara di luar kota. Saat acara kunjungan siswa dari Pasir Ris Secondary School (PRSS) hari Senin (6/6) kemarin mereka didaulat untuk menampilkan kemampuannya, mereka terlihat begitu terampil memainkan alat gamelan tersebut dan memukau puluhan siswa asal Singapura.

 Menurut pembimbing kesenian karawitan, Suparni (42) saat ditemui di ruang guru hari Rabu (8/6) mengnungkapkan kesenian karawitan sendiri masuk dalam program ekstra kurikuler (Ekskul) dan sudah ada sejak tahun 2001. “Sebelum mempunyai gamelan sendiri pada tahun 2004, anak-anak latihan dengan alat yang dimiliki pak Sudarsono, mantan Bupati Kudus” katanya. Ia menjelaskan latihan yang dilakukan siswa tersebut tidak tentu, namun intensitasnya bisa dikatakan cukup tinggi.

“Tergantung kesepakatan dengan siswa, kalau saat tidak ada ujian mereka rutin latihan seminggu  dua kali di hari minggu dan satu hari lagi disesuaikan dengan kesepakatan. Dan untuk event tertentu biasanya mereka setiap hari berlatih” paparnya. Ia menambahkan watu latihan dimulai pukul 15.00 WIB sampai pukul 17.30 WIB, di hari Minggu dimulai pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB.

Menurut Suparni yang juga menjadi guru Bahasa Jawa di sekolah tersebut mengungkapkan lagu-lagu yang diajarkan pelatih disesuaikan dengan usia mereka. “Lagu seperti Cucak Rowo tidak diajarkan di sini” katanya. Adapun lagu yang diajarkan adalah yang memiliki tema pendidikan dan kedaerahan, seperti Kudus Asri, Lenthog Tanjung, Prahu Layar dan sebagainya.

Adapun prestasi yang pernah diraih kelompok karawitan tersebut diantaranya Juara I tingkat SMP Kabupaten Kudus, Juara I tingkat Karesidenan Pati, Juara Harapan di Tingkat Jawa Tengah. Bahkan mereka akan mewakili Kudus untuk tampil di Jateng Famili Fair pada 31 Juni mendatang. “Lomba karawitan tingkat SMP memang jarang digelar, hal inilah yang menjadi kendala untuk aktualisasi. Namun kami berusaha untuk mengupayakan ruang bagi mereka untuk bisa tampil, seperti saat perpisahan, Masa Orientasi Siswa (MOS) dan acara khusus seperti saat kunjungan siswa dari Singapura kemarin” jelasnya.

Sementara itu salah seorang guru pembimbing kesenian lainnya, Ety Dwi Aprilianti mengungkapkan ekskul karawitan dikombinasikan dengan keterampilan seni tari yang juga diajarkan. Menurut guru tari tersebut anak-anak tidak hanya mahir memainkan gamelan dan nyinden, namun mereka juga mahir melakukan tari yang diajarkan. “Kombinasi tari, nyinden dan gamelan memang tidak bisa dipisahkan, bahkan mereka juga ada yang dilatih untuk ndalang” tuturnya.

Ety menambahkan dukungan dari sekolah memang sangat besar. Dari pembelian alat, kebutuhan siswa dan biaya operasional ditanggung sepenuhnya oleh pihak sekolah. “Hal ini dilakukan karena SMP N 2 Kudus mempunyai visi tidak hanya mengembangkan sekolah ke arah akademik, namun juga mempertahankan warisan budaya sebagai penegasan jati diri bangsa” pungkasnya. (Mase Adi Wibowo)