Mirip Acara di TV, Ansor Gebog Gelar ALC untuk Mengupas Persoalan di Kudus

Diposting pada
SEPUTARKUDUS.COM, BESITO – Sejumlah orang mulai memenuhi
meja bundar di halaman Rumah Gebyok Kudus. Mereka datang untuk memenuhi
undangan kegiatan Ansor Loyal Club (ALC) yang diadakan Pengurus Anak Cabang
(PAC) Ansor Kecamatan Gebog di Desa Besito, Kecamatan Gebog,
Kudus, Sabtu (20/8/2016) malam. Dalam diskusi memperingati
Kemerdekaan Indonesia ke-71 itu, muncul banyak kritik terhadap pemerintah hingga kepolisian.

ansor loyal club
Suasana Ansor Loyal Club (ALC) di halaman Rumah Gebyok Kudus Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus. Foto:Imam Arwindra

Mengawali acara diskusi, terdengar lantunan selawat yang dinyanyikan tiga wanita
dan seorang pria untuk menyambut kedatangan undangan yang hadir. Saat lagu
usai, seorang yang mengenakan pakaian hijau nampak berdiri dengan microphone di tangannya. Menurutnya, semua yang hadir
ialah narasumber. 


“Malam ini kita akan berbicara tentang sudah seberapakah kita
merdeka?. Sesungguhnya sudah merdeka atau jangan-jangan?” Ungkapnya dalam mengawali
diskusi.
Zuhri yang juga pengurus PAC Ansor Gebog menuturkan, selain
membicarakan masalah kebangsaan, diskusi tersebut juga membahas
permasalahan-permasalahan pemerintahan di Kecamatan Gebog. “Mulai dari sarana
prasarana publik, kebijakan pemerintah dan pelayanan publik yang dirasa kurang
baik,” terangnya.
Ketua PAC Ansor Gebog Dasa Susila menuturkan, sebenarnya ALC
ini bertujuan mempererat silaturahim antar stake
holder
yang ada di Kabupaten Kudus. Menurutnya, pertemuan yang diadakannya
sangat penting. Selain untuk menciptakan kekeluargaan juga berupaya membangun Kudus
lebih baik. 

“Forum ini juga bisa dijadikan tempat sharing dan kritik. Karena yang
hadir sudah lengkap. Ada dari pemerintah Kudus, Polisi, TNI, DPRD dan yang
lainnya,” tuturnya.

Dalam forum dia juga menuturkan, ada beberapa permasalahan
yang ada di Kudus yang perlu dibenahi. Di antaranya di sektor kepolisian. Menurutnya,
dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) masih terkesan minim informasi dan
banyak aturan. Dia mengungkapkan, masyarakat masih merasa bingung bagaimana
membuat SIM sesuai prosedur. Akhirnya, banyak yang menggunakan jalur belakang
untuk membuatnya. 

“Intinya minim pengetahuan di awal. Akhirnya banyak
masyarakat yang memilih ‘jalur belakang’,” terangnya.

Dasa juga mengkritik minimnya informasi dari pemerintahan,
menurutnya pemerintah Kabupaten Kudus masih kurang dalam memberikan informasi
terkait masalah kebijakan dan fasilitas pelayanan publik. Akhirnya ketika
banyak informasi tidak diketahui, masyarakat acuh. “Ketika
informasi sampai ke masyarakat dengan baik, akan menumbuhkan kesadaran terutama
masyarakat pedesaan,” tambahnya.
Kegiatan ALC menurut Wakil Ketua PAC Ansor Gebog Saefudin
Nawawi, akan terus berlanjut selama tiga bulan sekali. Dari kegiatan tersebut
dia menuturkan, para pemangku kebijakan di Kudus dalam menjalankan tugasnya
akan langsung diawasi oleh rakyat. Ketika ada sesuatu hal yang tidak sesuai bisa
langsung di bicarakan dalam forum tersebut. “Jadi ada proses transparasi antar
para pemangku kebijakan dengan masyarakat,” tuturnya.