Pedagang Pasar Kliwon Terima Bungkusan Mirip Nasi Jangkrik Saat Haul Mbah Gamong

Diposting pada
SEPUTARKUDUS.COM, RENDENG – Ribuan nasi berkat terlihat tertumpuk di mobil boks di kawasan parkir Pasar Kliwon Kudus. Nasi tersebut
diwadahi bakul dibungkus plastik merah. Berkat itu berisi nasi dan daging
kerbau yang terbungkus daun jati. Nasi berkat itu kemudian dibagikan ke pedagang yang ada di
Pasar Kliwon. Nasi berkat yang mirip nasi jangkrik di Menara Kudus itu diberikan saat Buka Luwur Mbah Gamong.

Buka Luwur Mbah Gamong Pasar Kliwon Kudus
Pedagang Pasar Kliwon menerima nasi Buka Luwur Mbah Gamong. Foto: Imam Arwindra

Nasi berkat itu, menurut Sekretaris Himpunan Pedagang Pasar
Kliwon (HPPK) Kudus Andoko (40), dibagikan dalam rangkaian acara Buka Luwur Mbah Gamong. Makam tokoh tersebut berada di
kawasan Pasar Kliwon. “Ini Namanya Nasi Buka Luwur Mbah Gamong, mirip nasi jangkrik saat Buka Luwur Sunan Kudus di Menara,” ungkapnya saat
ditemui disela-sela membagikan nasi kepada pedagang, Kamis (13/10/2016).

Andoko menjelaskan, pembagian Nasi Buka Luwur Mbah Gamong diselenggarakan setiap tahun, dilaksakan setiap 13 Muharram. Menurutnya, tanggal tersebut bertepatan haul Syaikh Mustain, nama asli dari Mbah Gamong. Dia menuturkan, Syaikh Mustain merupakan orang yang babat alas desa sekitar Pasar Kliwon.
Selain pembagian nasi berkat, kata Andoko, rangkaian kegiatan Haul Syaikh Mustain lainnya, yakni santunan anak yatim, pengajian umum, khataman Al-Quran. 

Makam Mbah Gamong Pasar Kliwon Kudus
Makam Mbah Gamong di kawasan Pasar Kliwon Kudus.

Untuk membuat nasi Buka Luwur Mbah Gamong, pihaknya memotong kerbau satu ekor dan memasak beras dua kwintal. Menurutnya, nasi tersebut dimasak secara bergotong royong oleh pedagang Pasar Kliwon. “Jumlah nasi yang dibagikan ada 1.600 bungkus,” sebutnya,” terangnya.
Sementara itu, raut muka gembira ditunjukkan Musdalifah, seorang pedagang baju di Blok C, saat menerima nasi berkat. Dia mengaku senang mendapatkan Nasi Buka Luwur Mbah Gamong. Menurutnya,
selain berharap mendapatkan berkah juga menjadi penglaris dagangannya. “Semoga
bisa tambah laris,” tutur perempuan yang saat itu mengenakan kerudung kuning.
Di sebelah Musdalifah, Ahmad Afandi, juga mengaku gembira menerima nasi tersebut. Menurutnya, adanya
kepercayaan saat memakan nasi tersebut akan mendatangkan berkah dan dagangan
yang dijual laris. “Mbah Gamong kan sesepuh Pasar Kliwon. Makamnya pun berada
di kawasan Pasar Kliwon,” tambahnya.