Semarak Kopi Kudus 2016, Mengungkap Cerita Panjang Dalam Secangkir Kopi

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, PANJUNAN – Ratusan orang berdatangan ke Jalan dr Ramelan, Kudus, Minggu (2/10/2016) pukul 06.30 WIB. Sejumlah meja tertata rapi di jalan yang digunakan untuk Car Free Day tersebut. Mereka datang untuk menghadiri acara Semarak Kopi Kudus memperingati Hari Kopi Sedunia. Di lokasi tersebut juga disediakan kopi gratis serta edukasi tentang pembuatan kopi. 

Sejumlah barista meracik kopi dalam peringatan Hari Kopi Sedunia di Kudus. Foto-foto: Sutopo Ahmad

Sejumlah barista Kudus mengenakan kaus hitam tengah meracik kopi yang kemudian disajikan pada para pengunjung yang datang. Satu barista di antaranya, Imam Kurniawan (24), ikut serta menyajikan kopi. Menurut pemilik No 8 Coffee itu, banyak cerita di balik secangkir kopi. 

Kepada Seputarkudus.com, Imam begitu akrab disapa, mengungkapkan, minum kopi tidak hanya sekadar ngopi. Menurutnya, secangkir kopi yang dihidangkan, memiliki cerita panjang. Agar lebih bisa menghargai kopi, masyarakat pecinta kopi harus tahu lima komponen yang saling terkait untuk dapat menghasilkan secangkir kopi yang baik.

“Lima komponen itu meliputi customer, barista, roster, prosesor dan petani. Prosesnya sangat panjang untuk menghasilkan secangkir kopi yang berkualitas. Dari lima komponen tersebut, roster merupakan jembatan paling penting, menjadi tolak ukur dalam pembuatan kopi. Jadi, banyak cerita di balik secangkir kopi,” ungkap imam.

Sementara itu, Nika (25), pemilik Wajik Coffee, menjelaskan, biji kopi yang baik yakni biji kopi yang sudah matang, berwarna merah. Menurutnya, minum kopi tanpa gula itu baik, untuk menghindari penyakit diabetes. 

“Untuk pecinta kopi, biasanya lebih suka minum kopi tanpa gula, kerena lebih baik untuk tubuh. Tapi semua tergantung kopi yang diminum dan selera penikmat kopi,” terangnya.

(Dari kiri) Nika, Imam, Hazmi.  

Hazmi (25), Ketua Panitia Semarak Kopi Kudus menjelaskan, acara ini dilaksanakan untuk memperingati, Hari Kopi Sedunia dan Hari Jadi Kudus ke-467. Menurutnya, dia bersama komunitas Kudus Coffee Enthusiast (KCE), sudah dua kali menyelenggarakan acara minum kopi gratis. “Yang pertama dengan tajuk Ngopi di Ramelan dan yang kedua bertajuk Semarak Kopi Kudus,” ungkapnya.

Pria yang sekaligus pemilik kedai kopi Big Tree itu mengungkapkan, acara tersebut diikuti 22 pemilik dan barista coffee shop di Kudus. Menurutnya, metode pembuatan kopi yang disajikan menggunakan manual brew (seduh manual). “Mulai dari Tubruk, Turkish, Aero Press, V 60, Tarik dan Rock Presso, semuah diproses dengan seduh manual,” imbuhnya.

Dia menambahkan, dengan diselenggarakannya acara Semarak Kopi Kudus, dia berharap masyarakat dapat mengenal barista yang ada di kedai-kedai kopi di Kudus. Selain itu, mengedukasi masyarakat cara minum kopi yang baik bagaimana dan prosesnya seperti apa. “Khususnya, mengenalkan masyarakat kudus, apa sih itu kopi dan lebih bisa menghargai kopi,” tambahnya.