Cewek Asal Jepang Pakis Ini Awalnya Mulai Usaha Olshop Kecil-Kecilan, 2 Tahun Kemudian Punya Butik

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, BARONGAN – Di dalam sebuah butik pakaian di Jalan Diponegoro 58, Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kudus, tampak seorang perempuan muda berjilbab terlihat sibuk dengan smartpone di tanganya. Perempuan tersebut juga tampak sibuk memotret beberapa pakaian wanita lalu diunggah ke media sosial Instagram. Perempuan muda tersebut bernama Yunita Indah Lestari (23), pemilik butik Dressy Galery. Dia memulai usaha butik tersebut hanya bermodal Rp 500 ribu.

Tren Fashion Remaja Kudus - Dressy Gallery
Dressy Gallery Kudus. Foto: Rabu Sipan

Di sela aktivitasnya tersebut, perempuan yang biasa disapa Yunita itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usahanya di bidang fashion tersebut. Dia mengisahkan, sebelum memiliki butik, dia mengaku berjualan pakaian wanita secara daring (online). Menurutnya berjualan secara online dia mulai pada bulan Desember 2014, saat dirinya semester enam jurusan Administrasi Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

“Karena saat waktu itu aku ingin mandiri dan memiliki penghasilan saat masih kuliah, maka aku beranikan diri untuk membuka usaha Butik. Lalu aku mulai berjualan busana wanita dengan modal Rp 500 ribu. Pakaian perempuan aku pasarkan melalui mendia sosial Intagram dengan id @Dressy_Galelery,” ujar Yunita sambil melihatkan beberapa foto busana yang dia tawarkan di Instagram miliknya.

Perempuan yang tercatat sebagai Warga Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati itu menuturkan, saat pertama berjualan dia mengaku tertipu dan uang modal melayang. Barang yang dikirim supplier jelek dan rusak. Meski begitu, dia tak ingin larut dalam kesedihan. Untuk tetap bisa berjualan, dia memutuskan untuk menjadi reseller menjual busana milik orang lain dan tanpa modal.

Dia mengatakan, sepekan menjadi reseller dirinya setiap hari mampu menjual pakaian setidaknya satu pcs. Lalu dalam waktu sebulan keuntungan yang dia kumpulkan, mampu dipergunakan untuk modal berbelanja busana wanita dan dia jual kembali secara online. Sejak saat itu, dia mengaku mulai menjual barang daganganya sendiri, selain tetap menjual barang orang lain. Karena menurutnya modalnya belumlah seberapa.

“Sejak aku menjual busana milikku sendiri, aku sangat bersemangat menawarkan berbagai macam busana wanita lewat Instagram miliku. Agar barang daganganku makin dikenal dan diminati, aku ikut beberapa komunitas online shop di Instagaram. Tak lupa aku juga aktif endorse,” ungkap Yunita yang mengaku memiliki 99,8K follower itu.

Menurutnya sejak ikut beberapa komunitas online shop dan aktif endorse di Instagram, penjualan busananya meningkat. Sehari, dia mengaku mampu menjual tak kurang dari 10 pcs, dari berbagai model busana wanita yang dia tawarkan. Sejak itu dia mengaku mulai memiliki beberapa pelanggan dari berbagai daerah. Tidak hanya dari pulau Jawa, namun juga di beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan pernah mengirim pakaian ke Negeri Jiran, Malaysia.

Dia menuturkan, setelah usaha online shop-nya mulai dikenal, Yunita punya keinginan membuka butik di Kudus. “Alhamdulillah keinginanku tersebut sekarang sudah terlaksana. Kini aku sudah memiliki butik yang aku beri nama Dressy Galeri. Modal membuka butik murni dari jualan Pakaian secara online. Dari hasil tersebut pula, aku membiayai kuliahku serta biaya hidup di Semarang, ” ujar Yunita yang mengaku kuliahnya hanya menunggu sekripsi tersebut.