Meski Sudah Punya Usaha Beromzet Rp 60 Juta Sebulan, Yunita Masih Ingin Tetap Kerja Kantoran

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, BARONGAN – Beberapa motor terlihat terparkir di depan toko pakaian di tepi utara Jalan Diponegoro, Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kudus. Di dalam toko tampak beberapa perempuan sedang asyik memilah serta memilih koleksi baju yang dipajang. Sesekali mereka terlihat secara bergantian masuk ruang pas untuk mencoba baju yang mereka sukai. Toko tersebut bernama Butik Dressy Gallery yang menjual pakaian dan aksesoris khusus perempuan.

Yunita Pemilik Dressy Galley Kudus
Yunita, Pemilik Dressy Galley Kudus. Foto: Rabu Sipan

Yunita Indah Lestari (23), adalah pemilik butik tersebut. Dia mengungkapkan mulai membuka butik sejak Mei 216, dengan modal sekitar Rp 60 juta. Usaha penjualan pakaian perempuan itu sebenarnya sudah dimulai sejak akhir 2014, namun hanya melalui penjualan secara online. Dan Kini omzet yang dia dapat mencapai Rp 60 juta dalam sebulan.

Meski telah memiliki usaha yang menjanjikan, perempuan asal Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, itu masih memiliki keinginan untuk bekerja kantoran. Niat tersebut tak terlepas dari keinginan orang tuanya yang berharap dirinya bekerja kantoran.

Baca juga: Cewek Asal Jepang Pakis Ini Awalnya Mulai Usaha Olshop Kecil-Kecilan, 2 Tahun Kemudian Punya Butik

“Saya sampai sekarang masih kuliah di Undip (Universitas Diponegoro) Jurusan Administrasi Bisnis. Orang tua ingin agar saya segera lulus dan bekerja sesuai bidang pendidikan yang saya tempuh di universitas. Katanya, di kuliahkan mahal-mahal kok tidak digunakan untuk kerja,” ujar Yunita kepada Seputarkudus.com.

Meski demikian, dirinya tetap ingin mengembangkan usaha yang sudah ditekuni beberapa tahun terakhir. Usaha penjualan pakaian perempuan tersebut tepatnya dia mulai sejak Desember 2014. Setelah berkembang, dia membuka butik dengan modal yang telah dia kumpulkan.

Menurut Yunita, modal tersebut bukan dari pemberian orang tuanya, atau hutang dari bank. Modal tersebut dia dia dapatkan dari hasil jerih payah berjualan baju secara online sejak Desember 2014.

“Modal Rp 60 juta itu aku gunakan untuk menyewa tempat selama dua tahun dengan harga Rp 20 juta. Lalu untuk mendesain ruangan aku harus mengeluarkan biaya Rp 10 juta. Sedangkan sisa uang, aku gunakan untuk berbelanja ratusan baju yang aku pajang di butik,” ujar perempuan yang akrab disapa Yunita kepada Seputarkudus.com

Dia mengatakan, sejak memiliki butik ia bisa lebih banyak menjual daganganya dibanding saat dia masih berjualan lewat online. Menurutnya, saat berjualan online dia mampu menjual baju 10 pcs sehari. Sekarang dia mampu menjual sekitar 50 pcs dalam waktu yang sama. Dari penjualan tersebut dia mengaku mendapatkan omzet sekitar 60 juta dalam sebulan.

Dengan memiliki butik, kata dia, para pelanggan online-nya yang berada di Kudus, Pati, Demak serta Jepara, sering datang dan melihat langsung koleksi baju dan aksesoris yang dia pajang di butik. Menurutnya, mereka yang datang ke butik biasanya pasti membeli. Jika tidak ada model atau warna yang cocok, biasanya mereka memesan.  Setelah ada stok, dia memberikan konfirmasi dan transaksi secara online.

“Meski sudah memiliki butik, aku tetap aktif menawarkan daganganku di instagram dengan Id @Dressy_Gallery. Karena keduanya saling berkaitan. Online untuk menjangkau pasar yang lebih luas, sedangkan butik untuk meyakinkan para pelanggan sekitar,  yang mungkin ingin mengecek dan melihat semua koleksi baju yang aku jual,” ujar perempuan lajang tersebut.

Yunita menuturkan, di butiknya tersebut menyediakan aneka baju perempuan di antaranya, baju atasan, dres, rok pendek maupun panjang, celana, serta tas. Aneka jenis baju perempuan itu dia datangkan dari Jakarta. Dia mengaku, menjual baju tersebut dengan harga antara Rp 50 ribu sampai Rp 150 ribu per pcs.

Dia mengungkapkan butiknya tersebut buka setiap hari mulai pukul 11.00 WIB sampai 20.00 WIB. Sedangkan untuk aktivitas jual beli di butik maupun online, dia dibantu satu orang karyawannya. Dia berharap usahanya tersebut terus berkembang dan kelak dia bisa memiliki modal untuk memproduksi baju sendiri.

“Itu harapan jangka panjangku, untuk saat ini aku ingin memiliki website untuk transaksi jual beli online shop miliku, serta secepatnya bisa menyelesaikan sekripsi dan lulus. Setelah itu, aku ingin kerja di kantor sesuai ilmu yang aku dapatkan semasa kuliah, untuk menyenangkan hati kedua orang tuaku,” ungkap Yunita.