Bambang: Hasil Kopi di Kudus sangat Berpotensi Menjadi Produk yang Diakui Dunia

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, TERNADI – Seorang pria berkumis tipis mengenakan kemeja batik berlengan pendek tampak memberikan pemaparan kepada beberapa orang. Pria tersebut bernama Bambang Gatut Nuriyanto, Kepala Bidang Standarisasi Dan Sertifikasi Profesi di Kementrian Pertanian. Dirinya datang ke Kudus untuk meninjau pembuatan produk Kopi Saqinano. Selain itu dia juga memberi pemaparan tentang sumber daya manusia yang kompeten dan profesional kepada para petani kopi di Desa ternadi, Kecamatan Dawe Kudus.

Kementrian Pertanian
Bambang Gatut Nuriyanto (dua dari kanan). Foto: Rabu Sipan

Di sela aktivitasnya memberikan arahan kepada perwakilan petani di desa setempat yang diwakili Kepala Desa Ternadi dan Polisi Hutan wilayah tersebut, pria yang akrab disapa Bambang itu sudi menjelaskan Seputarkudus.com. Dia mengajak para petani kopi di Kudus khususnya Desa Ternadi menjadi penghasil kopi yang kompeten dan profesional. Dengan begitu mereka mampu meningkatkan hasil kopi dan mampu menghasilkan kopi yang berkualitas.

“Aku menginginkan agar para petani kopi seluruh Indonesia, termasuk di Desa Ternadi. Aku ingin mereka mendapatkan pelatihan pengembangan kompetensi bertani kopi, hingga mampu menghasilkan kopi berkualitas, yang diakui banyak orang. Tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia internasional, melalui sertifikasi produk kopi. Karena dengan menghasilkan kopi yang berkualitas dan diminati orang hingga manca negara, tangga menuju kesuksesan di depan mata,” ujarnya.

Menurutnya, hasil kopi di Kudus sangat potensial, itu terbukti produk kopi di Kudus yakni kopi rempah Saqinano banyak diminati masyarakat luas, tidak hanya di Kudus tapi juga seluruh Indonesia. Pemilik kopi Saqinano menurutnya, juga terpilih dari satu di antara 13 pelaku usaha kopi seluruh Indonesia untuk penyusunan Standarisasi Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Dengan menggandeng pemilik kopi dan teh rempah Saqinano ikut dalam penyusunan SKKNI dia berharap, ke depanya pemilik usaha kopi rempah Saqinano tersebut selalu memberi pengarahan serta pengawasan kepada para petani kopi di Kudus. Pengarahan meliputi dari pembibitan, pemupukan, perawatan pohon kopi sehingga mampu menghasilkan biji kopi dengan kualitas terbaik,  yang kelak bisa laku untuk diekspor ke luar negeri.

Nono Anik Sulastri (48), pemilik usaha teh dan kopi rempah Saqinano mengaku sangat siap mengemban tugas tersebut. Menurutnya, selama ini dia sudah melakukan hal tersebut. Untuk bisa menghasilkan kopi rempah terbaik, selama ini sudah bekerja sama dengan petani kopi di Desa Ternadi, Dawe, Kudus. Selain itu, selama ini dirinya juga sering berdiskusi dengan para petani untuk mampu meningkatkan hasil dan kualitas kopi yang diharapkan.

Namun, memang diakui perempuan yang akrab disapa Anik itu, untuk memenuhi standarisasi kualitas kopi agar laku diekspor, memang kopi yang dihasilkan harus benar-benar bekualitas hingga bisa lolos saat uji standarisasi untuk pasar internasional. Oleh Karena itu dirinya merasa bangga dan tak melewatkan peluang saat diajak Pak Bambamg selaku Kepala Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Profesi dalam penyusunan SKKNI.

“Aku berharap dengan ikut tim penyusunan SKKNI, aku bisa lebih paham secara detail syarat dan ketentuan produk atau barang yang memenuhi standar hingga mampu bersaing di pasar global. Hingga nantinya aku mampu mengarahkan para petani di Kudus, khususnya di Ternadi, agar mampu menghasilkan kopi kualitas ekspor,” ungkapnya

Anik berharap, dengan ikut tim 13 perumusan SKKNI, dia juga kelak mampu membuat  produk kopi dan teh rempah Saqinano lolos uji di dua badan standarisasi internasional, hingga mampu di ekspor ke luar negeri dalam jumlah banyak. “ Sekarang sih sudah ada beberapa peminat dari manca negara, tapi masih sebatas perorangan,” ujar perempuan yang akrab disapa Anik tersebut.