Agus: Murid Saya Perlu Belajar Tentang Loyalitas Persaudaraan dari Komunitas Hijet

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, BAE – Puluhan mobil hijet berjejer rapi dihalaman Taman Budaya Kudus, (5/2/2017) pagi. Nampak seorang pria mengenakan baju orange yang terlihat berkomunikasi dengan sejumlah anak perempuan yang duduk di depan pintu masuk. Dia adalah Agus Siswanto (35), yang mengajak sembilan muridnya di sekolah Taman Siswa (TS) Kudus di acara ulang tahun Kudus Hijet Independen (KHI). Mereka dilibatkan dalam kegiatan tersebut agar bisa belajar menjadi panitia.

Komunitas Hijet Kudus
Ulang tahun pertama Komunitas Hijet Kudus. Foto: Ahmad Rosyidi

Agus, begitu dirinya akrab disapa, sudi berbagi cerita kepada Seputarkudus.com. Agus mengungkapkan dirinya tak jarang menawarkan murid-muridnya untuk belajar di luar kelas. “Ketika ada momen yang bisa menjadi pembelajaran, saya mengajak murid-murid yang berminat untuk ikut,” ujar Agus yang juga menjadi panitia dalam kegiatan tersebut.

Baca juga: 

Menurutnya, banyak pembelajaran yang bisa diambil dari kegiatan ulang tahun KHI dan IHM Jawa Tengah bagi muridnya. Selain belajar berinteraksi sosial, kerja tim dalam melaksanakan kegiatan, dan loyalitas persaudaraan di komunitas Hijet yang bisa menjadi pembelajaran penting. Banyak komunitas Hijet dari berbagai daerah yang datang dengan keluarganya, menunjukan kuatnya rasa persaudaraan di komunitas.

“Saya sengaja mengajak anak-anak yang mau ikut untuk belajar di acara ini, dan ada Sembilan anak yang ikut. Karena saya merasa ada banyak yang bisa mereka dapatkan dari kegiatan ini, jadi saya coba mengajak mereka. Menurut saya ilmu sosial menjadi hal penting untuk bekal mereka bermasyarakat”, ungkap warga Nalumsari, Jepara itu.

Agus juga menjelaskan, awalnya panitia kegiatan memilih Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus, sebagai tempat pertemuan. Dengan pertimbangan sekaligus memperkenalkan salah satu wisata di Kudus. Karena khawatir terjadi banjir, kemudian memilih di Taman Budaya Kudus, dengan halaman yang luas cukup untuk banyak parkir mobil.

Santoso (50), anggota Polsek Bae yang bertugas dalam acara tersebut, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang positif, dan komunitas-komunitas penuh kebersamaan seperti komunitas Hijet. Dia juga berharap kedepanKHI bisa lebih berkembang dan bermanfaat.

“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi komunitas-komunitas yang positif, tidak hanya komunitas Hijet, tapi semua komunitas yang melakukan kegiatan positif dan bermanfaat. Harapan saya, KHI bisa lebih berkembang, tidak hanya bermanfaat untuk komunitas, melainkan untuk masyarakat pada umumnya,” jelas pria kelahiran Demak itu.