Dosen Bahasa Inggris UMK Ini Biasakan Anaknya Berbahasa Jawa Ngoko Ketimbang Bahasa Indonesia

Diposting pada

SEPUTAR KUDUS.COM, JAPAN – Sejumlah mainan mobil-mobilan terlihat di ruangan keluarga. Terlihat juga karpet busa warna-warni yang memiliki pola huruf abjad terletak di kasur bermotif bunga. Tampak anak laki-laki dan perempuan bermain. Di sampingnya, seorang laki-laki mengenakan sarung terlihat asyik menemani kedua anak tersebut. Mereka terdengar saling berinteraksi menggunakan Bahasa Jawa ngoko.

Mutohhar, membiasakan anak berbahasa Jawa
Mutohhar, membiasakan anak berbahasa Jawa. Foto: Imam Arwindra

Mutohhar adalah nama laki-laki yang sedang bermain dengan kedua anaknya.┬áKepada Seputarkudus.com, dirinya mengaku sengaja mengajari anaknya untuk berbahasa Bahasa Jawa. Menurutnya Bahasa Jawa penting untuk interaksi di lingkungan tempat tinggal. “Saya malah mengajarkan Jawa Ngoko, biar mereka bisa berinteraksi lumrahnya orang Jawa,” tuturnya saat ditemui di kediamannya Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kudus belum lama ini.

Dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muria Kudus (UMK) mengungkapkan, untuk mengajarkan anaknya dalam berbahasa dia tidak mau asal-asalan dengan langsung menggunakan bahasa Indonesia yang dianggap lebih keren. Menurutnya belajar bahasa haruslah bertahap. Dia khawatir ketika masih kecil langsung menggunakan Bahasa Indonesia, anaknya nanti akan kesulitan dalam berbahasa Jawa. “Bahasa ibunya kan Bahasa Jawa. Nanti Bahasa Indonesia akan otomatis diajarkan ketika sudah masuk sekolah formal,” terangnya.

Dikatakan Mutohhar, dirinya mempunyai dua anak yang umurnya masih di bawah lima tahun. Menurutnya anak pertamanya, Muhammad Fusta Ilya Muthohhar, sudah mengikuti sekolah mengaji sore namun sekolah paginya kadang masuk, kadang tidak. Sementara itu anak keduanya, Kania Kaysa Muthohhar, yang masih berusia dua tahun belajar di rumah. “Fuzta seperti anak-anak pada umumnya. Bermain di luar. Bahasa kesehariannya ya Bahasa Jawa,” tambahnya.

Mutohhar berencana, setelah terbiasa dengan Bahasa Jawa ngoko, dia akan mengajari anak-anaknya Bahasa Jawa kromo. Menurutnya mempelajari bahasa bisa dilakukan dengan cara membiasakan. “Memang perlu peran aktif orang tua untuk mendidik anak-anaknya,” tuturnya.

Selain itu, dalam penyebutan nama panggilan orang tua, dirinya mengajarkan dengan panggilan bapak dan ibu. Menurutnya, panggilan orang tua tersebut sudah lumrah digunakan pada umumnya. “Saya tidak pakai ayah atau bunda. Yang biasa saja, bapak ibu,” tambahnya.