Wow Indahnya, Bermain Flying Fox di Colo Bisa Lihat Pemandangan Kebun Kopi dari Atas

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, COLO – Seorang perempuan berkrudung kuning tampak tegang terdiam saat dua laki-laki memasangkan harness di tubuhnya. Dia terus memperhatikan secara seksama saat instruktur menjelaskan permainan flying fox, yang berada di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Tak lupa helm biru juga dipasangkan di kepalanya. Saat semua perlengakapan sudah siap, dia tampak menarik nafas sebelum meluncur ke bawah.

Flying Fox di Kudus
Flying Fox di kawasan Muria, Desa Colo, Kudus

Haaaaaaaaaaa,” teriak perempuan tersebut saat harness yang dikenakannya meluncur menuju ujung lintasan flying fox. Di bawah jalur peluncuran, pengguna flying fox di Omah Alas Kuncen Desa Colo, bisa melihat keindahan kebun kopi dan pohon-pohon besar.

Imron Awaludin (25) instruktur flying fox tersebut menuturkan, untuk orang yang pertama kali bermain flying fox biasanya takut dan tegang. “Namun nanti kalau sudah meluncur rasayanya plong,” ungkapnya saat di temui di wahana permainan flying fox di kawasan Muria tersebut, belum lama ini.

Ketua Semanggi Outbond Organizer itu menjelaskan, panjang lintasan flying fox di Desa Colo tersebut yakni sepanjang 200 meter. Panjang lintasan tersebut menurutnya terpanjang kedua di Jawa. Flying fox Terpanjang di Jawa yakni di Pacitan, Jawa Timur, yang mencapai 400 meter. Imron menambahkan, flying fox di Desa Colo menempati kawasan hutan lindung Pegunungan Muria, dengan suasana asri pegunungan. “Lokasinya di tengah perkebunan kopi dengan suasana asri pegunungan Muria yang sejuk,” terangnya.

Menurutnya, flying fox yang dikelolanya bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Padhang Bulan dan Paguyuban Masyarakat Pelindung Hutan (PMPH) sudah dibuka secara umum. Pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar Rp 15 ribu untuk sekali meluncur. “Khusus jika ada even hanya Rp 10 ribu saja,” tambah Imron.

Untuk keamanan, kata Imron, sudah menggunakan standar yang ditentukan. Menurutnya, pengunjung nanti akan dilengkapi dengan harness, helm dan flying fox set. Sebelum melakukan peluncuran, pengunjung juga akan diberikan bimbingan dari instruktur tentang cara penggunaan alat flying fox. “Jadi semua terjamin keamanannya,” jelasnya.

Imron menambahkan, untuk jalur lintasan flying fox di tempatnya menggunakan dua tali berbahan baja. Menurutnya, jika suatu ketika ada satu tali yang putus, tali yang satu dapat menjadi pengaman untuk mencapai ujung lintasan. “Sementara ini kami hanya buka Sabtu dan Minggu. Namun jika ada sekitar 20 orang yang ingin bermain hubungi saja nomor ini 085878651355, pasti kami akan layani,” ungkapnya.