Heliza Menangis Saat HDCI Karesidenan Pati Bagikan Bingkisan pada Korban Banjir

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, JATI WETAN – Di depan pintu posko pengungsian Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, tampak seorang anak perempuan menangis sambil memeluk ibunya. Heliza Fazira (7), nama anak tersebut. Dia menangis karena terlambat datang saat Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Karesidenan Pati membagikan bingkisan makanan dan sandal untuk korban banjir di desa setempat.

Anak-anak korban bajir menerima bantuan HDC Kudus
Anak-anak korban bajir menerima bantuan HDC Kudus. Foto: Ahmad Rosyidi

Sulastri (36) ibu dari Heliza Fazira, sudi berbagi cerita kepada Seputarkudus.com, alasan anaknya menangis. Dia mengatakan, dirinya dan Heliza baru saja pulang ke rumah mengambil buku untuk anak pertamanya. Dan saat pembagian bingkisan, kakak Heliza yang berada di posko tidak ikut mengambil karena menunggu adiknya yang paling kecil sedang tidur. Saat kembali, Heliza menangis karena tak mendapat bingkisan seperti yang didapatkan teman-temannya.

“Tadi saya pulang ke rumah dengan Heliza, mengambilkan buku untuk kakaknya yang besok sekolah. Kakaknya yang masih di posko justru tidak ikut mengambil bingkisan, jadi Heliza tidak kebagian. Tapi tidak apa-apa, namanya juga anak kecil. Saya berterima kasih kepada HDCI Karisidenan Pati, yang sudah membantu kami,” ungkapnya sambil memeluk putri keduanya yang masih menangis.

Seusai menyerahkan bantuan, nampak seorang pria mengenakan rompi foto bersama di depan posko pengungsian. Dia adalah Daniel Samporno (27), anggota HDCI. Dia mengaku merasa terharu saat melihat antusiasme anak-anak yang menyambut mereka dengan riang.

“Saya sempat merasa terharu melihat mereka yang antusias menyambut kami. Mereka tampak riang meski rumahnya terkena banjir. Saya berharap bantuan yang kami berikan bisa bermanfaat, dan banjir segera surut agar anak-anak bisa kembali bersekolah,” harap pemilik Gank Coffee itu.

Dani begitu dia akrab disapa, berterimakasih kepada petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus yang sudah membantu komunitasnya untuk menyalurkan bantuan. Karena mereka kurang tahu lokasi pengungsian, akhirnya menuju BPBD untuk meminta arahan untuk menyalurkan bantuan. Dan mereka diarahkan keposko pengungsian di Desa Jati Wetan, Jati, Kudus.

“Ini tadi agak molor, karena menunggu anggota dari Rembang dan Pati yang ingin ikut. Meski banyak yang bekerja dan tidak bisa ikut tetapi semua berjalan dengan lancar,” terangnya.