Jembatan Gantung Desa Jurang Akan Diganti yang Baru, Lebih Kuat dan Lebih Aman

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, JURANG – Laki-laki bertopi biru pelan-pelan berjalan di atas jembatan gantung Dukuh Karangrejo, Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus. Dia terlihat memegang kawat baja yang menjadi penghubung antar ujung jembatan. Jembatan di atas Sungai Gelis tersebut menurut kepala dusun (Kadus) Karangrejo, Desa Jurang, Selamet Sutrisno, dibuat tahun 2009 saat terpilihnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kepala Desa Jurang
Kepala Desa Jurang, Miftahul Huda. Foto: Imam Arwindra

Menurutnya, jembatan gantung tersebut dibuat secara swasembada oleh masyarakat untuk digunakan para petani. Dia menjelaskan, banyak lahan petani warga Jurang yang letaknya di sebelah timur sungai. Karena letak rumah berada di sisi barat sungai akhrinya dibuatkanlah jembatan untuk menyebrang. “Sebenarnya lahan petani di timur sungai masih ikut Desa Jurang. Adanya jembatan tersebut murni untuk penyebrangan para petani,” tuturnya saat ditemui di kantor Desa Jurang, Kecamatan Gebog.

Selamet melanjutkan, sekarang jembatan gantung tersebut tidak hanya digunakan para petani, melainkan menjadi akses utama warga Desa Jurang serta Desa Samirejo yang ingin ke Desa Jurang melalui jalur cepat. Menurutnya, sekarang sudah ada warga Jurang yang membuat rumah di sisi timur sungai. “Sekarang sudah ada lima rumah. Daerahnya ikut Dusun Karangrejo Rt 2 Rw 5,” terangnya.

Ramainya orang yang datang ke jembatan tersebut sebenarnya membuat Selamet was-was, karena faktor keamanan. Menurutnya, dulu pernah ada jembatan bambu di sisi selatan jembatan gantung tersebut. Diceritakan, Saat itu ada pengunjung yang datang ke jembatan bambu, namun nahas jembatan ambruk dan orang tersebut tercebur ke dalam sungai. “Satu selamat dan yang satunya sampai sekarang belum ditemukan. Entah jasadnya di mana,” ungkapnya.

Baca juga: Meski Takut, Tiyas Tetap Melintasi Jembatan Gantung Desa Jurang yang Heboh di Instagram

Menurutnya, jembatan tersebut berada pada ketinggian 18 meter, arus sungai sangat deras. Jembatan tersebut juga sudah berumur dengan konstruksi tidak sekuat saat pertama kali dibuat. Selamet menuturkan, tali baja yang digunakan untuk jembatan hanya satu saja tidak ada pelapisnya.

“Ini desa sedang membuatkan jembatan baru dengan konstruksi lebih kuat tepat disamping jembatan gantung tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jurang Miftahul Huda yang juga berada di Kantor Kepala Desa Jurang mengungkapkan, jembatan gantung itu rencananya akan dihilangkan dan diganti dengan jembatan baru. Menurutnya, jembatan yang nantinya akan dibangun juga berupa jembatan gantung sama seperti jembatan lama. Namun dengan konstruksinya lebih kuat dan aman. Dia mengaku sudah menganggarkan sekitar Rp 28 juta dan akan langsung diselesaikan tahun 2017. “Tahun 2017 akan jadi,” jelasnya.