Kopi dan Teh Rempah Saqinano, Produk Kudus yang Memiliki Peminat Hingga ke Manca Negara

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, BAKALAN KRAPYAK – Di ruang tamu rumah di RT 7, RW 3 Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kota, Kudus, terlihat tiga orang sedang berbicara. Terlihat seorang pria berkumis tipis sedang berbicara sambil mengamati dan sesekali menghirup rempah yang disodorkan oleh seorang perempuan berjilbab. Perempuan tersebut bernama Nono Anik Sukasni (48), pembuat kopi dan teh rempah merk Saqinano. Produknya tersebut memiliki peminat sampai manca negara.

Kopi dan Teh Rempah
Kopi dan Teh Rempah Saqinano. Foto: Rabu Sipan

Di sela obrolanya bersama tamu, yang diketahui kemudian bernama Bambang Gatut Nuriyanto, Kepala Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Kementrian Pertanian Republik Indonesia, perempuan yang akrab disapa Anik itu sudi berbagi penjelasan tentang usahanya. Dia mengatakan, usaha pembuatan kopi dan teh rempah kini sudah banyak diminati masyarakat luas. Tidak hanya di Indonesia, namun juga sudah diminati orang luar negeri.

“Beberapa bulan terakhir ada beberapa kali pemesanan kopi maupun teh rempah untuk dikirim ke luar negeri. Di antaranya, Amerika, Kanada, Dubai, Arab Saudi, Mesir, serta Hungaria. Pemesanan tersebut melalui toko oleh-oleh khusus kopi dan teh rempah Saqinano yang berada di Bali,” ujar Anik kepada Seputarkudus.com, beberapa hari lalu.

Perempuan yang sudah dikaruniai dua orang anak itu menuturkan, di Pulau Dewata terdapat tiga toko oleh-oleh yang menjual kopi dan teh merek Saqinano. Sedengkan di Jakarta, sudah ada puluhan kafe maupun kedai kopi atau teh yang menyediakan kopi Saqinano. Selain di dua kota tersebut, Anik mengaku ada toko dan kafe di beberapa kota besar di Indonesia yang menjual kopi dan teh rempah Saqinano. Dia mengatakan, setiap bulan rutin mendistribusikan kopi dan teh rempah ke toko maupun kafe yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Setiap sebulan sekali bahkan terkadang dua pekan sekali kami rutin mengirimkan kopi dan teh Saqinano ke seluruh pelanggan yang di Indonesia. Namun tak aku pungkiri, pengiriman terbesar tetap ke Kudus, Jakarta serta Bali. Menurut Informasi yang aku dapatkan dari Pulau Dewata, kebanyakan pembeli kopi maupun teh Saqinano di sana kebanyakan para turis asing,” ujarnya.

Menurutnya, sangat wajar para turis asing sangat suka dengan kopi dan teh rempah Saqinano. Karena menurutnya sejak dulu para turis khususnya Eropa sangant menyukai rempah-rempah. Karena alasan tersebut juga negara indonesia dulu dijajah Belanda. Dia mengimbau kepada masyarakat luas untuk tak ragu mengkonsumsi kopi atau teh rempah Saqinano. Karena kopi rempah produksinya aman untuk lambung, tak mengakibatkan dada berdebar, serta tak mengakibatkan susah tidur.

Menurutnya, setiap bulan dia rutin mampu mengirim sekitar 700 paper bag serta 800 boks kopi rempah Saqinano ke luar Kudus. Dia mengungkapkan kopi Saqinano tersebut dia jual dengan dua kemasan, harga Rp 27 ribu untuk kemasan paper bag dan harga Rp 55 ribu untuk kemasan per boks.

“Aku bersyukur usaha kopi rempah yang aku rintis bersama suamiku kini diminati banyak orang, tidak hanya di Indonesia melainkan juga diminati orang manca negara. Ke depanya, aku ingin kopi Saqinano mampu menembus pasar manca negara dan di jual di toko, kafe, maupun kedai dan teh di luar negeri,” harap Anik.