Sejak Kecil Hari Bercita-cita Jadi Pengacara, Ragu Tak Dapat Klien Dia Pilih Buka Usaha Cuci Mobil

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, BARONGAN – Tiga orang pekerja tampak sibuk di sebuah tempat cuci mobil bernama Hanira. Di antara mereka terlihat menyiram mobil dengan air bersih, ada juga yang menyemprotkan sabun ke mobil. Di sudut lain tampak seorang pria memakai kaus kuning bergaris sedang mengamati ketiga orang tersebut sambil sesekali memberi arahan. Pria tersebut bernama Hario Prakoso (50). Pemilik usaha cucian mobil yang selalu ramai ini awalnya buka usaha karena ragu menjadi pengacara.

Pemilik Cuci Mobil Hiami
Pemilik Cuci Mobil Hanira, Hario Prakoso: Foto: Rabu Sipan

Di sela aktivitasnya tersebut, pria yang akrab disapa Hari itu sudi berbagi kisah tentang usahanya itu kepada Seputarkudus.com. Dia mengatakan, sebenarnya saat masih sekolah hingga kuliah, dirinya berkeinginan menjadi seorang pengacara kondang. Karena alasan tersebut dia mengaku kuliah di Jurusan Hukum di satu Universitas di Surabaya.

“Aku sebenarnya dari kecil becita-cita jadi pengacara. Namun setelah lulus kuliah dan menikah, aku ragu untuk berkarir menjadi pengacara. Takut tidak punya klien dan keluargaku nanti saya kasih makan apa. Ya kalau langsung jadi pengacara kondang dan banyak klien, kalau tidak kan bisa tak punya penghasilan,” ujar pria bertitel Sarjana Hukum tersebut, beberapa hari lalu.

Pria yang sudah dikaruniai dua anak itu mengatakan, saat keraguan melanda itulah, dia mengaku membuka usaha cuci mobil, tepatnya pada 2005 dengan memanfaatkan pelataran rumah mertuanya yang cukup luas. Dan bertempat cuci mobil itu memiliki loaski strategis, di Jalan Bakti Desa Barongan, Kota, Kudus tersebut.

Baca jugaPemilik Cuci Mobil Habira Kudus Sebel, Banyak Pelanggan Minta Didahulukan

Namun tuturnya, meskipun berada di tempat strategis usaha tempat cuci mobil miliknya sepi pengunjung. Tidak hanya setahun atau dua tahun, sepinya pelanggan di tempat cuci Hanira berlangsung sampai delapan tahun. Dalam kurun waktu tersebut dia mengaku, menanggung rugi karena hampir setiap hari hanya ada dua mobil yang dicuci.

“Selama delapan tahun aku harus menanggung rugi karena tak punya pelanggan. Namun untungnya saat itu aku masih membantu adikku yang memiliki usaha, jadi hasilnya bisa untuk menutup kerugian di usaha cuci mobil,” ungkapnya.

Hari mengungkapkan, meskipun setiap kalkulasi tahunan selalu rugi, pada waktu itu dirinya mengaku tetap yakin usahanya tersebut kelak bisa memiliki pelanggan tetap. Menurutnya keyakinanya tersebut terwujud tiga tahun kemudian. Tempat usahanya itu kata dia, sudah memiliki pelanggan tetap. Saat ramai pelanggan, cucian Hanira bisa mencuci 300 unit mobil sebulan.

Menurutnya selain cuci mobil di tempat usahanya tersebut juga melayani ganti oli, salon mobil, clean interior, poles body, jamur kaca dan clean engine.  Dikatakan Hari, selain mobil di tempat cucian Hanira juga melayani cuci serta ganti oli untuk sepeda motor.

“Aku bersukur usaha yang aku rintis selama 11 tahun dan dulu selalu rugi kini sudah kelihatan hasilnya. Aku berharap usaha cucian mobil Hanira miliku bisa lebih berkembang dan punya banyak pelanggan. Karena hasilnya akan aku buat membuka usaha variasi mobil,” harapnya.