Tak Hanya Produksi Mesin Pemanen Padi, PT Pura Barutama Juga Ciptakan Mesin Pengering Padi

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, TERBAN – Ujung belakang PT Pura Barutama Divisi Engineering, terdapat dua gudang yang di dalamnya terdapat mesin dengan ceobong menjulang. Mesin itu berukuran besar dengan perpaduan warna ungu yang dominan. Kerangka mesin terlihat menggunakan bahan stainless steel dan plat baja mild steel (MS). Mesin tersebut yakni Dryer, alat yang berfungsi sebagai pengering biji-bijian bisa digunakan untuk padi, jagung, serta kedelai.

Mesin pengering padi PT Pura Barutama
Mesin pengering padi PT Pura Barutama. Foto: Rabu Sipan

Kepada Seputarkudus.com, Bambang Widjanarko (38), Plant Manager Divisi Engineering, sudi berbagi penjelasan terkait dengan kegunanan mesin tersebut. Dia menjelaskan, mesin itu merupakan solusi tepat bagi petani yang hendak menjemur hasil panen pada saat cuaca tidak mendukung. Tingginya curah hujan membuat petani tidak bisa menjemur hasil panennya.

“Khusus di bidang pertanian, kami punya produk andalan berupa alat pengering biji-bijian yang disebut Dryer. Mesin ini solusi tepat bagi petani untuk mengeringkan padi, jagung maupun kedelai saat musim tidak menentu. Jadi, dengan bantuan Dryer, petani tidak perlu lagi bersusah payah menjemur di bawah terik matahari dan lebih hemat efisiensi tenaga kerja,” ungkap Bambang sewaktu ditemui di Jalan Raya Kudus Pati kilometer 12, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus.

Pria yang sudah hampir empat tahun menjabat sebagai Plan Manager, ini mengatakan, proses produksi mesin Dryer dimulai sejak tahun 2001, tepatnya sejak enam tahun yang lalu. Dia memberitahukan, mesin yang diproduksi oleh PT Pura Barutama memiliki berbagai keunggulan. Di antaranya, berkapasitas pengeringan 1 ton hingga 15 ton dengan waktu yang dibutuhkan antara 8 jam hingga 12 jam proses pengeringan.

“Untuk pengoperasian hanya butuh dua orang saja sebagai operator, menyuplai bahan bakar dan mengatur monitor mesin. Sedangkan bahan bakar yang digunakan, ada yang bisa memakai biomas seperti sekam padi dan kayu bakar. Adapula yang menggunakan listrik dan bahan bakar minyak, tergantung jenis maupun tipe mesinnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, harga yang ditawarkan kepada pelanggan ada berbagai pilihan, sesuai kapasitas mesin pengering yang dibeli. Misalnya, Vertical Dryer 10 ton dia patok seharga Rp 633 juta, Vertical  Dryer 3,5 ton harga Rp 500 juta, Vertical Dryer kapasitas 6 ton seharga Rp 533 juta, Bed Dryer kapasitas 1,5 ton – 5 ton seharga Rp 186 juta, dan Bed Dryer Automixing 3 ton seharga Rp 222 juta.

“Sedangkan alat Ailo Aerasi tempat penyimpanan biji-bijian kami jual dengan harga Rp 38 juta untuk kapasitas lima ton. Terkait dengan penjualan, terhitung mulai 2012 hingga 2017, kami sudah menjual sebanyak 1.500 unit mesin Dryer semua ukuran. Untuk pelanggan kami, seluruh Indonesia, Timur Leste juga pernah,” tambahnya.