Tak Ingin Bersaing, Komunitas Vixion Rider Kudus Sambangi V-Jack untuk Jalin Persaudaraan

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, MLATI KIDUL – Puluhan motor Yamaha Vixion berjajar tak jauh dari di lampu merah Jalan Patimura, Desa Mlati Kidul, Kota Kudus. Mereka adalah Komunitas Vixion Rider (VR) Kudus. Satu di antara sejumlah pengendara Yamaha Vixion tersebut, yakni Ahmad Dupnul Choiri Hasan (21). Dia yang juga Ketua VR Kudus mengungkapkan, saat itu keomunitasnya mendatangi Komunitas V-Jack untuk menjalin rasa persaudaraan.

Komunitas Vixion Rider Kudus
Komunitas Vixion Rider Kudus. Foto: Ahmad Rosyidi

Hasan, begitu dia akrab disapa, sudi berbagi cerita kepada seputarkudus.com. Dia mengatakan, komunitasnya relatif baru terbentuk. Karena merasa komunitas baru, mereka ingin sharing dan menjalin persaudaraan dengan komunitas yang lebih senior. Meski sesama komunitar motor Vixion, dia berharap bisa saling bersinergi tanpa persaingan.

“Karena kami merasa masih baru, jadi kami datang untuk silaturahim menjalin persaudaraan. Kami juga tidak ingin ada kesalahpahaman, sehingga kami tetap bersinergi untuk tujuan yang sama-sama baik. Meki kami komunitas berbeda dengan karakter berbeda, tapi kami tidak ingin ada perselisihan dan persaingan,” ungkap warga Mejobo Kudus itu.

Hasan juga menjelaskan, tujuan VR Kudus dibentuk mencari persaudadaan tanpa batas, dan ingin menjadi pelolor lalu lintas. Menurutnya, Komunitas VR Kudus suka touring, sehingga kendaraan harus lengkap sesuai peraturan yang ada. “Ban tidak boleh kecil, modivikasi diperbolehkan asal tetap sesuai peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ungkap Hasan.

Dia menjelaskan, VR Kudus dinaungi VR Indonesia, sehingga ada komunikasi dengan komunitas di tingkat pusat. Dan saat ini anggota VR Kudus baru 15 orang, lima anggota yang sudah menjadi member, dan 10 anggota yang baru ikut gabung. Meski baru beberapa bulan, mereka sudah ikut touring ke Jogja acara Kopgab Jateng DIY.

“Acara terdekat kami ada kopdar ke Klaten. Untuk syarat gabung dengan kami, menunjukan surat-surat kendaraan harus lengkap, motor wajib Vixion, dan membayar uang kas Rp 5 ribu per pekan. Uang kas biasanya kami gunakan untuk kegiatan bakti sosial,” terang Hasan.

Hasan menambahkan, VR Kudus melakukan pertemuan rutin setiap malam Minggu di depan Gedung Ngasirah Kudus, mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai.