Video: Melihat dari Dekat Produksi Mesin Pertanian dan Peternakan Divisi Engineering PT Pura

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, TERBAN – Lalu lalang kendaraan terlihat melintasi Jalan Raya Kudus-Pati, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Di tepi jalan itu, tampak sebuah gedung  tertulis PT Pura Group. Di tempat tersebut, berjajar beberapa gedung yang terbagi menjadi lima divisi. Satu divisi itu yakni Engeneering, divisi yang membidangi berbagai pembuatan dan rekayasa mesin, yang di antaranya mesin pertanian, perikanan maupun percetakan.

Produksi mesin pertanian dan percetakan PT Pura Barutama Divisi Engineering
Produksi mesin pertanian dan percetakan PT Pura Barutama Divisi Engineering. Foto: Sutopo Ahmad

Kepada Seputarkudus.com, Plant Manager divisi engeneering PT Pura Barutama Bambang Widjanarko (38), sudi berbagi penjelasan tentang divisi yang dinaunginya. Bambang, begitu dirinya akrab disapa, menjelaskan, selain terkenal dengan produksi kertas, Pura juga terkenal dengan teknologi industrinya. Bahkan, kata dia, teknologi tersebut sudah banyak dirasakan mayarakat dari Sabang sampai Merauke.

“Secara keseluruhan, PT Pura Barutama terbagi menjadi 27 devisi yang bergerak di bidang printing dan packaging, paper mill, boxindo, hologram, smart card, engeneering dan beberapa unit produksi lainnya. Jadi tidak hanya produksi kertas saja, kami juga produksi berbagai mesin. Contohnya di sini, kami membuat mesin pertanian, perikanan maupun percetakan yang sampai saat ini sudah dipakai seluruh wilayah Indonesia,” Ungkap Bambang sewaktu ditemui di Jalan Raya Kudus-Pati kilometer 12, Desa Terban, kemarin.

Dia menjelaskan, sebelum diresmikan menjadi divisi yang mandiri, awalnya Divisi Engeneering hanya memproduksi mesin sebagai pendukung unit yang dimiliki perusahaan. Menurutnya, proses produksi mesin dilakukan mulai tahun 1999, namun untuk siap dipasarkan secara masal pada tahun 2001. “Untuk respon masyarakat, sampai saat ini sangat bagus dengan mesin yang kami buat,” ujarnya.

Pria yang sudah hampir empat tahun menjabat sebagai Plant Manager Divisi Engeneering, ini mengatakan, dalam kurun waktu delapan tahun produksi, mesin yang dia buat terdiri dari berbagai macam. Misalnya mesin pertanian, ada mesin pemotong padi yang terkenal dengan nama Combine Harvester, mesin pengering biji-bijian dengan nama lain Dryer, Blower Cleaner, mesin Transplanter (Jarwo) yang berfungsi menanam padi, serta banyak lagi yang lainnya.

“Kalau mesin perikanan, ada Die-ring Pellet Machine yang berfungsi membuat pellet ikan dan ada lagi mesin untuk pendinginan maupun pembuatan es. Selain itu, kami juga produksi berbagai mesin percetakan dengan penjualan sudah sampai luar negeri, seperti Tiongkok dan Iran,” ungkapnya.

Warga Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus, ini menambahkan, untuk pasca-pembelian, pihaknya memberikan berbagai fasilitas bagi pelanggan, tergantung mesin apa yang dibeli. Misalnya, mesin pengering padi, pihaknya memberikan fasilitas pelayanan purna jual dalam jangka waktu dua tahun, free spare part dan free problem solving. “Untuk problem solving, penanganan kami dilakukan 1×24 jam bagi wilayah Jawa, Sumatera 2×24 jam dan Indonesia timur 3×24 jam, terhitung pada saat pelaporan masalah,” tambahnya.