Demi Baktinya Pada Orang Tua, Ellen Menolak Jabatan Direktur dan Pilih Pulang ke Kudus

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, BARONGAN – Di tepi utara Jalan Jenderal Sudirman Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kudus tampak sebuah dua bangunan lantai dua berwarna putih. Di dalamnya terlihat beberapa pelanggan sedang menikmati hidangan yang disajikan. Di dalam pantri, terlihat perempuan setengah baya berambut sepunggung sedang sibuk mengarahkan para pelayan untuk menyajikan menu makanan yang dipesan para pelanggan. Perempuan itu bernama Ellen Trisnawati Gunarja (62), pemilik Resto Garuda dan Eagle Coffee.

Ellen Trisnawati Gunarja, pemilik Resto Garuda Kudus 2017_3
Ellen Trisnawati Gunarja, pemilik Resto Garuda Kudus. Foto: Ahmad Rosyidi

Di sela aktivitasnya tersebutm perempuan yang akrab disapa Ellen itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com, tentang kisahnya mengelola Resto Garuda dan Eagle Coffee. Dia mengungkapkan, usaha Resto Garuda dirintis oleh orang tuanya sejak 1974. Namun pada tahun 1998, atas permintaan orang tuanya, usaha resto tersebut mulai dia kelola karena orang tuanya sakit.

“Padahal pada waktu itu aku sudah bekerja sebagai manajer di perusahaan di Jakarta yang bergerak di bidang manufaktur dan furniture selama 18 tahun. Dan pada tahun yang sama aku juga mendapatkan tawaran kenaikan jabatan menjadi direktur perusahaan di tempatku bekerja. “Namun karena ingin menyenangkan dan sekaligus merawat orang tua, aku menolak jabatan direktur dan aku pulang untuk membuat orang tuaku senang dengan harapan beliau berumur panjang,” ungkapnya kepada Seputarkudus.com, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, awal memegang kendali pengelolaan di Resto Garuda dirinya mengaku kesulitan, karena usaha kuliner sangat berbeda dengan basic pendidikan yang dia tempuh semasa kuliah. Namun demi tekad dan semangat agar bisa memajukan usaha itu, dia mengaku bekerja dan berfikir keras untuk membuat Resto Garuda semakin berkembang dan menu masakan yang disajikan diminati banyak pelanggan.

Pada enam bulan pertama, dia menuturkan, merombak sistem kerja yang ada di Resto Garuda. Bagi para pekerja yang tidak bisa mengikuti pola kerja yang diterapkan, mereka dipersilahkan untuk keluar. Karena saat itu Ellen menekankan para pekerja untuk disiplin, selalu menjaga kebersihan, dan kerja sama dalam tim. Itu dia terapkan untuk membuat pelanggan senang dengan pelayanan dan puas dalam menikmati hidangan.

“Puji tuhan, usaha kerasku membuahkan hasil. Pada tahun 1999 Resto Garuda mendapatkan pesanan katering dari Hotel Griptha Kudus sebanyak 1.000 porsi. Dan yang membuatku bangga dan senang, pihak Hotel Griptha puas dengan masakan yang kami sajikan,” ujarnya sambil tersenyum.

Ellen Menuturkan, Resto Garuda menyediakan aneka menu masakan Indonesia dengan pilihan sekitar 10 jenis, ada juga masakan Chinese yang mempunyai 15 varian menu, dan masakan Eropa memiliki 15 pilihan menu. Menurutnya, harga aneka menu yang disajikan sangat terjangkau yakni mulai Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu seporsi. Sedangkan untuk minumannya dibanderol mulai Rp 4 ribu sampai Rp 30 ribu untuk minuman kombinasi buah.

“Semua menu masakan dan minuman yang disajikan Resto Garuda semua dikerjakan oleh para koki dan bartender yang memang sudah ahli. Selain suasana tempat yang nyaman dan megah bak resto bintang lima namun harga sangat terjangkau. Aku juga mengajak para penikmat kuliner, mari datang ke Resto Garuda dan cicipi aneka menu masakan yang kami sajikan, pokoknya dijamin puas. Dan sekali lagi harga sangat terjangkau, dan bisa dinikmati bersama,” ujarnya.