Dwi Ingin Bengkel Knalpotnya Jadi Laborat untuk Yatim Piatu Menempa Kemandirian

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, JEPANG WETAN – Beberapa orang tampak sibuk di bengkel knalpot yang di Jalan Suryo Kusumo Desa Jepang Wetan, Kecamatan Mejobo, Kudus. Mereka mengerjakan perbaikan dan pemasangan knalpot mobil. Di bawah mobil, terlihat seorang pria memakai kaus gari-garis sedang mengelas knalpot. Pria itu bernama Dwi Sulistiyono (40), pemilik bengkel knalpot Wisma Jaya, yang ingin mendidik yatim piatu agar bisa mandiri.

Dwi Sulistiyono, ahli knalpot di Jepang Wetan, Kudus
Dwi Sulistiyono, ahli knalpot di Jepang Wetan, Kudus. Foto: Rabu Sipan

Pria yang akrab disapa Dwi itu sudi berbagi cerita kepada Seputarkudus.com tentang keinginannya tersebut. Dia mengungkapkan, ingin sekali bisa membantu anak yatim piatu. Namun kata dia membantunya tidak dengan memberikan uang, melainkan membekali mereka dengan ketrampilan. Menurutnya, ketrampilan tersebut bisa memberi mereka peluang untuk bisa bekerja sekaligus berlatih membuat knalpot di bengkel miliknya.

Baca juga: Ahli Knalpot Itu Mirip Dokter, Harus Bisa Menerima Keluhan dan Mampu Memperbaikinya

“Aku berfikir, kalau menolong anak yatim piatu dengan memberi uang justru mendidik mereka menjadi peminta-peminta dan tentu tidak baik untuk jiwa mandiri mereka. Oleh karena itu, aku ingin membekali mereka dengan ketrampilan, karena dengan modal ketrampilan mereka kelak bisa mencari kerja atau justru mendirikan usaha sendiri,” jelasnya.

Pria yang memiliki bengkel tepat di depan rumahnya itu menuturkan, ingin sekali bisa bekerja sama dengan pemilik yayasan yatim piatu, agar menyalurkan anak yatim piatu untuk belajar ketrampilan membuat kanlpot miliknya. Menurutnya, selain belajar, mereka bisa magang dan mendapatkan gaji dan makan. “Selama ini aku masih kesulitan untuk mencari yayasan yatim piatu yang mau diajak kerjasama,” ungkapnya.

Karena mendapat kesulitan itu, dia membuka lowongan khusus untuk yatim piatu tanpa melalui yayasan untuk datang ke bengkelnya. Menurutnya, syarat bekerja di Wisma Jaya Knalpot tidak harus membawa ijazah.

“Syarat bekerja di bengkel miliku itu sangat mudah, yang penting rajin, jujur, dan punya loyalitas. Saat ini aku juga membuka lowongan untuk tiga orang bagi masyarakat umum yang ingin bekerja di bengkel, dan syaratnya sama,” ungkap Dwi yang mengaku bengkelnya buka setiap hari kecuali Jumat.