Hampir Tiap Malam Fatah Nongkrong di Terasnya, Tapi Tak Mengira Belakangnya Perpustakaan Tertua

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, SIMPANG TUJUH – Ratusan buku terlihat di rak-rak kayu bangunan satu lantai di barat Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Buku yang sudah lusuh tersebut berada di ruangan 5×3 meter. Debu-debu terlihat menempel di koleksi buku dengan sampul yang telah sobek dan isi buku telah menguning. Tumpukan buku juga terlihat di dekat meja daftar pengunjung. Dari luar, bangunan tersebut tampak sepi, hanya ada sejumlah orang keluar masuk di bangunan tersebut.

Perpustakaan tertua di Kudus 2017_3_12
Perpustakaan tertua di Kudus

Tempat tersebut yakni perpusatakaan umum milik Yayasan Perpustakaan Islam dan Penyiaran Ilmu Pengetahuan (YPI PIP), yang diklaim sebagai perpustakaan umum tertua di Kudus. Meski terletak di jatung kota, ternyata sebagian besar masyarakat Kudus banyak yang tidak tahu. Di antaranya Abdul Fatah (21) mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Muria Kudus (UMK) mengaku tidak tahu keberadaan perpustakaan tersebut. Saat ditunjukkan foto bangunan perpustakaan, dirinya tidak mengira kalau bangunan tersebut yakni perpustakaan.

Baca juga: Perpustakaan Umum Pertama di Kudus Riwayatmu Kini . . .

“Setiap malam saya sering nongkrong di alun-alun, namun tidak mengira kalau itu perpustakaan. Yang dekat (Toko) Hasan Putra kan?,” tuturnya saat ditemui Seputarkudus.com, Rabu (8/3/2017).

Menurut Fatah, bangunan yang di maksud dianggapnya sudah kosong dan tidak berpenghuni. Selain itu, bangunannya pun tampak seperti rumah biasa.

Hal Senada juga diungkapkan Chusnawati Sa’idah (20) mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UMK semester enam. Dia mengaku pernah mendengar ada perpustakaan dekat Alun-alun, namun dirinya belum pernah berkunjung sama sekali. “Tahunya dari omongan orang-orang. Namun saya belum pernah kesana,” tambahnya yang tinggal di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kudus.

Dirinya mengaku pernah mau masuk ke dalam, namun karena terlihat sepi akhirnya mengurungkan niatnya. Dia mengetahui perpustakaan tersebut masih aktif, saat lewat pun kadang terbuka. Namun tempat tersebut terkesan seram dan sudah tidak terawat. “Dulu pernah ingin masuk. Pengen lihat-lihat seperti apa perpustakaannya. Namun kelihatannya sudah tidak terawat dan tempatnya suwung,” tuturnya.

Begitu juga Anika Aslah (23), mahasiswa semester enam Jurusan Pendidikan Agama Islam STAIN Kudus mengaku tak mengetahui ada perpustakaan di dekat Alun-alun Kudus. Menurutnya, bangunan di dekat Toko Hasan Putra tampak seperti rumah, namun terlihat tak berpenghuni. “Kalau nongkrong dekat alun-alun jarang. Namun saat kebetulan lewat kayaknya tidak pernah buka,” jelasnya.

Pengurus Yayasan Perpustakaan Islam dan Penyiaran Ilmu Pengetahuan (YPI PIP) Udin (50) menuturkan yayasan yang mengelola perpustakaan dan santunan yatim piatu masih aktif sampai sekarang. Namun banyak yang mengira sudah tidak aktif. Dijelaskan, bangunan seluas 640 meter persegi tersebut berdiri di atas tanah wakaf melalui surat keputusan Bupati Kudus nomor: SDA 4/WKF/1975 tertanggal 15 Mei 1975.

“Perpustakaan ini perpustakaan umum tertua di Kudus. Dulu masih ramai, namun sejak muncul Google, Youtube dan aplikasi digital, perpustakaan mulai ditinggalkan,” tuturnya.

Dia mengakui, memang banyak yang tidak tahu ada perpustakaan di dekat Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Karena selain pengelolaan sekarang ala kadarnya, koleksi buku baru pun tak ada. Perpustakaan buka pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB, hari Jumat atau besar tutup. Di sini ada 3.000 lebih buku, terbitan buku tahun 80-an juga masih ada,” tambahnya.

Disebutkan, buku yang terdapat di perpustakaan didominasi  buku-buku agama Islam. Namun ada juga buku bacaan tentang filsafat, kesehatan, kependudukan, pertanian, ekonomi dan pelajaran umum lainnya. Dulu di Kudus saat hanya ada perpustakaan ini, seharinya sekitar 80 orang yang berkunjung. Namun lambat laun, pengunjung berkurang hingga sangat sepi di tahun 2010. “Paling kalau ada yang datang di suruh dosennya. Biasanya anak STAIN Kudus,” jelasnya.