Kepincut Harga Mede, Warga Demak Ini Setia Berlangganan Produk Roti Desa Ngemplak

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, NGEMPLAK – Ratusan kardus merah dengan tulisan Mulia Bakery tampak tersusun rapi di ruang tamu rumah di Desa Ngemplak Gang 7, Kecamatan Undaan, Kudus. Tak berselang lama datang perempuan bersama saudaranya untuk mengambil ratusan roti yang sudah dikemas tersebut. Perempuan itu bernama Erna Purnamasari (22), warga Demak yang berlangganan di Mulia Bakery karena harganya lebih mede (murah).

Pelanggan Mulia Bakery Desa Ngemplak, Undaan, Kudus 2017_3
Pelanggan Mulia Bakery Desa Ngemplak, Undaan, Kudus. Foto: Rabu Sipan

Sambil mengamati dan menghitung ratusan dus roti yang dia pesan, perempuan yang akrab disapa Erna itu sudi berbagi kesan selama berlangganan di Mulia Bakery kepada Seputarkudus.com. Dia mengungkapkan, sudah beberapa kali dirinya memesan roti di sana. Menurutnya, pertama mengetahui Mulia Bakery dari adik iparnya, saat itu dirinya sedang mencari roti untuk hajatan pindah rumah.

Baca juga: Sempat Mati Suri, Usaha Roti Mulia Bakery Bangkit Lagi Setelah Wati Masuk BLK

“Adik iparku bilang di Desa Ngemplak, Undaan, Kudus ada produksi roti rumahan yang menerima pesanan aneka jenis roti dan harganya juga jauh lebih murah dari lainnya. Saat diberi tahu, aku langsung mencari alamat yang disebutkan itu. Aku sampai bertanya beberapa kali untuk menemukannya. Dan saat ketemu dan diberi daftar harga, Mulia Bakery harganya lebih mede, rasanya juga enak,” ungkap perempuan yang berasal dari Karang Anyar, Demak Tersebut.

Perempuan yang sedang mengandung anak pertama itu mengatakan, sejak saat itu setiap ada hajatan atau acara keluarga, dirinya selalu memesan roti di Mulia Bakery. Dan saat ini, dia mengaku mengambil memesan 100 dus roti untuk hajatan tiga hari kerabatnya yang meninggal.

Menurut Laili Rahmawati (36) pemilik usaha Mulia Bakery mengungkapkan, dirinya tidak mematok harga mahal untuk aneka roti yang diproduksinya. Karena dirinya berfikir lebih baik mendapat keuntungan sedikit yang penting pesanan lancar. Dia mengungkapkan, menyediakan aneka jenis roti di antaranya, roti pisang aneka rasa, roti lima rasa, roti buaya kecil dan besar, roti kepala panda  dan lainnya.

Dia mebambahkan, ada juga roti kembang bertabur keju, aneka donat, bolu ban polos, bolu ban seres, serta bolu ban keju. Dia juga menerima pesanan aneka kue basah, di antaranya, putri ayu, nagasari, bugis, jentik manik, jentik jagung manis, lapis, klepon, dan lainnya. “Dari aneka kue yang aku sebutkan tadi, satunya aku jual mulai harga Rp 1 ribu hingga paling mahal Rp 30 ribu untuk roti buaya besar,” ungkap perempuan yang akrab disapa Wati itu.

Perempuan yang sudah dikaruniai dua anak itu mengatakan, aneka roti produksinya, tidak menggunakan bahan pengawet dan kuat bertahan selama sepekan. Namun kata dia, roti hasil produksinya akan lebih enak dan lezat saat disantap sebelum sepekan.