Kisah Berliku Busiri, Produsen Ornamen Taman yang Belajar Secara Ototdidak

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, GARUNG LOR – Beberapa ornamen hiasan taman terlihat berjajar rapi di halaman rumah di tepi Jalan Kudus-Jepara Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Tampak juga di tempat tersebut seorang calon pembeli sedang memilih aneka hiasan taman. Tak lama dia memberikan uang kepada pria berbaju koko untuk dua benda yang dia beli. Pria tersebut yakni Busiri (56) pemilik usaha ornamen taman di tempat tersebut.

Busiri, pemilik usaha pembuatan ornamen taman 2017_3_16
Busiri, pemilik usaha pembuatan ornamen taman. Foto: Rabu Sipan

Kepada Seputarkudus.com, Busiri sudi berbagi kisah usahanya yang cukup berliku. Sebelum menjual ornamen taman, dirinya pernah memproduksi pagar klasik. Namun sayang, usahanya itu sudah ditutup. Setelah itu dirinya mencoba peruntungan dengan membuka usaha baru yakni pembuatan aneka ornamen hiasan taman. Dia tertarik membuat aneka barang tersebut setelah melihat usaha serupa di Kudus.

“Aku membuat ornamen hiasan taman karena menurutku usaha ini di Kudus masih jarang. Selain itu, untuk membuat ornamen ini butuh keahlian khusus, yang tidak semua orang memilikinya, jadi tidak mudah ditiru orang,” ungkap warga Desa Garung Lor, Kaliwungu, Kudus, beberapa waktu lalu.

Sembari mencetak benda mirip kendi untuk ornamen taman, dia melanjutkan ceritanya. Dia belajar membuat ornamen taman secara otodidak. Karena tertarikannya pada aneka ornamen itu, dia mengaku membeli beberapa ornamen di tempat lain, lalu dipelajari dan dia buat cetakannya. Saat itu, barang yang dia beli tersebut di antaranya dengan harga di bawah Rp 100 ribu. Sedangkan ornamen yang harganya lebih dari Rp 100 ribu dirinya hanya mengingat dan lalu membuatnya.

Setelah percobaan membuat ornamen taman jadi sesuai harapannya, dia kemudian membuat ornamen-ornamen lainnya. Dan setiap ornamen yang telah jadi dia pajang di depan rumah anaknya, yang kebetulan berada di tepi jalan. “Alhamdulillah meskipun aku belajar secara otodidak, namun setiap hari ada saja orang yang melintas berhenti untuk membeli hasil karyaku,” ungkap sukurnya.

Pria yang sudah dikaruniai lima anak dan satu cucu itu mengatakan, ornamen yang dia buat di antaranya kolam taman, yang dijual mulai harga Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta. Harga tersebut menurutnya sudah termasuk mesin untuk air mancur ornamen tersebut. Selain ornamen air mancur, dia juga membuat aneka pot bunga yang dijual dengan harga mulai Rp 10 ribu hingga Rp 70 ribu. Selain itu tempat lampu dan loster, masing-masing dia banderol harga Rp 70 ribu dan Rp 10 ribu.

Harga-harga tersebut, kata Busiri, jauh lebih murah dibanding harga di tempat lain yang menjual barang serupa. Karena menurut Busiri, mendapat untung sedikit tidak masalah yang penting hasil karyanya setiap hari ada yang terjual. “Aku berharap usahaku ini makin diminati dan kelak bisa berkembang, dan semoga bisa aku wariskan kepada anak-anakku,” harap Busiri.