Meski Cewek Satu-Satunya, Dian Tak Canggung Ikut Kopdar Anak Motor Hingga Larut Malam

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, BARONGAN – Waktu menunjukan pukul 23.00 WIB, saat sejumlah orang nongkrong tak jauh dari belasan motor Honda Beat di tepi Jalan Jendral Sudirman, Desa Barongan, Kota Kudus. Terlihat di sana, satu-satunya wanita berjilbab dengan kaus lengan panjang warna pink ikut berkumpul. Dia bernama, Dian Istiana (18), yang mengaku senang ikut nongkrong bersama anggota Kudus Beat Club (KBC).

Dian (berkerudung) satu-satunya anggota perempuan Vario Kudus Club
Dian (berkerudung) satu-satunya anggota perempuan Komunitas Beat Kudus. Foto: Ahmad Rosyidi

Dian, begitu dia akrab disapa, sudi berbagi cerita kepada Seputarkudus.com. Dia mengatakan, dirinya sempat dilarang oleh orang tua untuk ikut kumpul klub motor. Dia memang sudah senang dengan motor sejak masih sekolah menengah pertama (SMP). Meski sering dilarang dan dimarahi orang tuanya, dia masih suka sembunyi-sembubyi kumpul dengan klub motor.

“Dulu sering dimarahi orang tua, mungkin karena khawatir saya perempuan kumpul dengan anak motor. Tapi sekarang orang tua sudah mengizinkan, yang penting saya izin dulu sebelum ikut kumpul sampai larut malam seperti ini. Setelah tahu kegiatannya positif, jadi orang tua saya bisa mengerti,” terang warga Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kudus, beberapa waktu lalu.

Menurut Dian, anggota klub motor kebanyakan orangnya asik, mudah berbaur dan lucu. Karena merasa nyaman, Dian tidak merasa cabggung meski dirinya satu-satunya perempuan. Dia ikut Kopdar Kudus Beat Club, karena mengenal ketuanya yang dulu kakak kelas sewaktu di sekolah menengah atas (SMA).

Abdul Aziz (24), Ketua KBC, mengungkapkan, anggota komunitasnya melakukan kegiatan kopdar rutin setiap malam Minggu di depan Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 6722 Kudus. Selain kopdar, KBC juga ada Kopdar Santai (Kopsan) yang dilakukan saat dibutuhkan kumpul mendadak. Dan setiap Kopdar, seluruh anggota dikenakan biasa untuk uang kas Rp 3 ribu.

“Uang kas biasanya kami gunakan untuk kegiatan sosial, membeli perlengkapan, dan menjamu tamu klub Beat dari luar daerah yang datang berkunjung. Kalau ada anggota yang sakit juga kami bantu dengan uang kas. Saat ini anggota kami sekitar 28 orang,” ungkap Kohnex, sapaan akrab Abdul Aziz.

KBC berdiri sejak tahun 2012, dan sudah mendapat perizinan dari Polres Kudus. Tak hanya di Kudus, klub motor Beat juga ada tingkat provinsi yakni Orbit Jawa Tengah, yang melakukan kopdar rutin setiap enam bulan sekali. Untuk tingkat Nasional ada Republik Beat Indonesia (RBI), juga melakukan Kopdar rutin setiap satu tahun sekali.

Kohnex juga merinci syarat untuk bergabung dengan KBC. “Kalau ada yang ingin gabung kami sangat mempersilahkan. Yang penting motor lengkap, menyerahkan foto copy STNK, KTP dan SIM,” jelas Warga Desa Jepang Wetan, Kecamatan Mejobo, Kudus itu.