Tak Disangka Desa Jurang Punya Green Canyon Sebagus Ini, Cocok untuk Arung Jeram

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, JURANG – Sungai dengan air yang jernih mengalir di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus. Sungai tersebut dihimpit tebing batu setinggi sekira 30 meter. Rumput dan tumbuhan menjalar di tebing batu, menambah keindahan dan eksotisme Daerah Aliran Sungai (DAS) Gelis tersebut. Tak berlebihan, jika Ahmad Kurniawan, pengunjung yang melakukan susur sungai di sana menyebut lokasi itu sebagai green canyon di Kudus yang tersembunyi.

Wisata sungai Jurang Grand Canyon Kudus 2017_3_11
Wisata sungai Jurang ‘Grand Canyon’ tersembunyi Kudus. Foto: Imam Arwindra

Susur sungai di Desa Jurang itu, dilakukan Wawan (sapaan akrab Ahmad Kurniawan) bersama sejumlah temannya, belum lama ini. Sesekali mereka nampak terombang-ambing di atas ban bekas karena derasnya arus sungai. Ada pula yang harus jatuh ke sungai karena ban yang mereka naiki terbalik.

Wawan yang datang bersama tiga temannya, mengaku sengaja membuat kegiatan susur sungai karena merasa ada potensi pariwisata sungai di desanya. Menurutnya, desanya dilalui jalur Sungai Gelis yang dinilai memiliki potensi wisata sungai dan rafting.

Wawan mencoba melakukan susur sungai menggunakan ban yang biasa digunakan penambang pasir Sungai Gelis. Dirinya mengaku terkejut melihat keindaan tebing beberapa meter dari start di Dukuh Sungging, Desa Jurang. Setelah melewati jembatan dukuh setempat, dirinya melihat tebing batu setinggi 30 meter yang berada di kanan kirinya.

“Lebar sungainya hanya sekitar dua meter, aliran air cukup deras. Yang paling berkesan, tebing batu yang menjulang tinggi di sisi kiri dan kanan sungai. Kami tak menyangka ada lokasi sebagus ini, seperti Green Canyon” ungkapnya sambil tersenyum.

Dia memberitahukan, saat melakukan susur sungai tersebt sempat terjadi insiden. Diceritakan, saat melewati sungai yang hanya memiliki lebar satu meter, dirinya sempat terbalik karena arus deras dan kondisi bebatuan yang tidak rata.

“Jalur Sungai Gelis yang berada di Desa Jurang memang sangat berpontensi menjadi destinasi wisata baru di Kudus. Tempatnya bagus banget. Ini kalau dikelola dengan baik pasti banyak yang tertarik,” tambahnya.

Sementara itu, ketua Karang Taruna Desa Jurang Wahyul Huda (29) menuturkan, pihaknya sebenarnya sejak tahun 2014 sudah ada ide untuk membuat susur sungai di Desa Jurang. Namun karena ada kendala, akhirnya baru tahun ini dapat merealisasikan. Diakui, memang ada potensi yang sangat bagus yang selama ini tidak diketahui orang, yakni wisata susur sungai atau rafting di jalur aliran Sungai Gelis.

Saat dipetakkan, menurutnya panjang wisata sungai tersebut sekitar empat kilometer. “Nanti dimulai dari Dukuh Sungging hingga Dukuh Karangrejo atau Bendungan Karang Gayam,” tutur ketua Karang Taruna yang menamai dengan nama Karang Taruna Gelora Mahardika.

Dia melanjutkan, hasil pemetaan 80 persen diakuinya berhasil. Nanti pihaknya akan segera mengevaluasi daerah mana saja yang dianggap masih berbahaya . Menurutnya, di beberapa tempat masih ada bebatuan terjal yang perlu diratakan.

Wahyul merencanakan, setelah melakukan pemetaan dan uji coba, nanti dilakukan bersih-bersih sungai pada peringatan hari air sedunia. “Selain susur sungai sejauh empat kilometer, di daerah dekat Bendungan Karang Gayam juga bisa dibuat wahana flying fox, melihat dasar sungai yang semakin dalam karena ada penambangan pasir,” tambahnya sambil menunjuk lokasi yang dimaksud.