Air Terjun Mpetung, ‘Surga’ Tersembunyi di Semliro, Rahtawu

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, RAHTAWU – Sejumlah pengendara motor memakirkan kendaraanya di dekat warung pos menuju  Air Terjun Mpetung. Air terjun setinggi 13 meter tersebut terletak di perbukitan Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Dawe, Kudus. Dengan menyandang tas dan beberapa bekal yang dibeli dari warung, mereka memulai perjalanan menuju tempat wisata yang terbilang masih “perawan” di Kudus.

Mila berpose di depan air terjun Mpetung, Rahtawu, Kudus 2017_4_29
Mila berpose di depan air terjun Mpetung, Rahtawu, Kudus. Foto: Imam Arwindra

Sekitar 30 menit, para mereka harus berjalan kaki menuju Air Terjun Mpetung. Jalan setapak dan bebatuan sejauh 1,5 kilometer dengan suasana alam yang sejuk, menjadi bonus bagi mereka yang ingin menikmati indahnya “surga” tersembunyi di Semliro tersebut. Sepanjang perjalanan, mereka juga akan melihat kemegahan Puncak Songolikur, Puncak Argowiloso, Puncak Argojembangan dan Puncak Abiyoso.

Saat melakukan tanjakan batu dekat pos dua, mereka tampak kesulitan melangkah. Nafas mereka pun terdengar ngos-ngosan setelah melakukan perjalan sekitar satu kilometer. Satu di antaranya Mila Sari (20), yang melakukan perjalanan berserta dua temannya. Perempuan berkerudung dan celana jeans biru itu harus merangkak untuk melanjutkan perjalanan.

“Ini yang saya suka. Selain tempatnya indah, saya tertantang taklukkan track-nya,” tutur Mila kepada Seputarkudus.com, beberapa waktu lalu.

Menurut Mila, dirinya sudah dua kali berkunjung ke Air Terjun Mpetung. Selain  tempatnya indah dan sejuk, lokasi air terjun juga cocok untuk tempat swafoto. Dia menuturkan, di depan air terjun terdapat jembatan sekitar tiga meter yang terbuat dari bambu. “Fotonya bisa di atas jembatan. Atau langsung dibawah air terjun. Sambil mandi juga bagus,” jelasnya sambil memperlihatkan beberapa foto dari smarphone-nya.

Mila mengatakan, ada beberapa jalan yang menurutnya perlu penambahan pengaman. Lokasinya berada di dekat pos dua dekat perkebunan kopi. Namun diakuinya seluruh fasilitas yang disediakan pengelola sudah bagus. “Ini juga sudah ada tempat sampah di beberapa titik perjalanan menuju air terjun,” tambahnya.

Sementara itu, pengelola wisata Air Terjun Mpetung, Tantri (20), yang juga ikut dalam perjalanan, menuturkan, wisata Air Terjun Mpetung berada di atas lahan pribadi seluas kurang satu hektare. Menurutnya, air terjun tersebut tidak sengaja ditemukan sejumlah orang yang biasa berpetualang.

Tantri menjelaskan, air terjun yang diketahui tahun 2014 tersebut dulu belum ada jalan khusus. Orang yang ingin berkunjung ke air terjun harus melewati jalan bebatuan dengan dibawahnya terdapat jurang. Beberapa kali mereka harus merangkak untuk sampai ke air terjun setinggi 13 meter tersebut.

“Namun sekarang jalannya sudah dibuatkan. Ya sekitar 1,5 kilometer mereka harus berjalan,” tambahnya.

Saat sampai ditanjakan terakhir yang pegangan tangannya berbahan bambu. Suara gemericik air terjun terdengar. Tampak jembatan berbahan bambu dengan panjang sekitar tiga meter dengan latar belakang air terjun yang keluar dari balik rerimbunan pohon. Terdapat juga tulisan “Air Terjun Mpetung” yang dibentangkan dengan tali. Para pengunjung tampak berswafoto di atas jembatan bambu maupun langsung berdekatan dengan air terjun.

“Tulisan ‘Air Terjun Mpetung’ baru dikasih untuk selfie (swafoto). Ini juga ada aksesoris bunga untuk tambahan foto,” jelasnya sambil mengambilkan bunga tiruan.

Menurutnya, hari-hari biasa sekitar 10 orang yang datang. Khusus hari Minggu dan tanggal merah terdapat 70 hingga 80 orang yang berkunjung di Air Terjun Mpetung. Dirinya mematok harga untuk perawatan Rp 3 ribu tiap pengunjung.

“Yang jaga biasanya bapak. Untuk sementara bayar hanya hari Minggu saja. Untuk hari-hari biasa gratis. Karena tidak ada yang jaga,” tambahnya.