Ayu, Penderita Cerebral Palsy di Desa Kaliwungu Bercita-cita Ingin Menjadi Guru

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, KALIWUNGU – Tubuh bocah berusia 10 tahun bernama Vidia Ayu Lestari ini tampak kurus saat berbaring berbaring di atas kasur lantai. Kaki kananya terlihat lurus, namun kaki kirinya terlihat bengkok. Begitu juga dengan kedua tangannya. Tubuhnya terlihat kaku. Sesekali orang tuanya menemani sambil membantunya untuk berpindah posisi untuk mengurangi rasa sakit yang dideritanya.

Ayu, bocah 10 tahun penderita Cerebral Palsy
Ayu, bocah 10 tahun penderita Cerebral Palsy. Foto: Imam Arwindra

Ketika Seputarkudus.com berkunjung ke rumahnya di Dukuh Proko RT 3, RW 8 Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, belum lama ini, dia tampak berbaring kaku di atas kasur lantai. Sesekali Ayu, sapaan akrabnya, merasakan sakit di pergelangan tangan. Ngatminah, ibu Ayu, lantas menekuk tangannya untuk mengurangi rasa sakit.

Baca juga: Tiap Malam Bocah 10 Tahun Penderita Cerebral Palsy Ini Menangis Menahan Sakit

Kepada Seputarkudus.com, dengan suara yang tidak terlalu jelas, dia bercita-cita ingin menjadi guru. Menurutnya, kelak dia ingin mengajar anak-anak supaya tidak bodoh. “Ingin jadi guru,” tuturnya sambil tersenyum.

Dirinya juga ingin berjalan-jalan di taman bersama teman-temannya. Melihat bunga, pepohonan dan kelap-kelip lampu. Namun sayang, menurut Ngatminah, anak bungsunya kini sudak tidak bisa lagi digendong. Saat digendong Ayu merasakan sakit. Kondisi tersebut sudah terjadi tiga bulan terakhir. “Kalau digendong dia (Ayu) merasakan sakit. Karena tubuhnya kaku,” tuturnya yang duduk di sebelah Ayu.

Sambil menekuk tangan Ayu, dia menceritakan, sebelum Januari 2017, anaknya masih bisa diajak jalan-jalan ke taman. Kadang dirinya juga mengajaknya ke Stadion Wergu Wetan Kudus. Namun karena terapi yang diberikan Ayu berkurang, tubuhnya semakin kini kaku dan tidak bisa diajak kemana-mana. “Dulu terapinya dua kali dalam sepekan. Namun tiga bulan ini hanya sekali sepekan. Kami tidak punya cukup biaya,” jelasnya.

Sementara itu menurut Anwar, ayah Ayu, saat diberikan terapi dua kali sepekan, Ayu bisa duduk sendiri. Saat itu Ayu sering duduk di depan rumah sambil melihat teman-teman sebayanya bermain. Namun kali ini, setiap hari Ayu menghabiskan waktu di tempat tidur. “Kami selalu menjanganya bergantian. Kadang saya, ibunya dan kakaknya,” ungkap ayah tiga anak tersebut.

Dia mengatakan, Ayu belum pernah tahu rasanya berjalan kaki. Karena penyakit syaraf otot yang dideritanya sudah terjadi sejak lahir. Namun Anwar mengaku tidak menyerah supaya anaknya bisa sembuh. “Sebenarnya Ayu itu pintar. Dulu sering kami ajak pergi pengajian. Dia cepat memahami bahkan menghafal ayat yang dibacakan kiai,” tutur penjual baju keliling tersebut.

Ngatminah mengatakan hanya bisa berdoa dan berharap Ayu bisa sembuh, bisa bermain dan belajar seperti anak seusianya. Menurutnya, saat ini Ayu juga sedang terkena penyakit kulit di hampir seluruh tubuhnya. “Saya sempat menangis saat dia berkata ‘ini aku (Ayu) dapat ujian lagi ya buk’,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

————————————————————————————-

Bagi dermawan yang ingin memberi bantuan silakan ke alamat rumah Dukuh Proko, Desa Kaliwungu RT 3, RW 8, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Kontak: Anwar (ayah Ayu): 085225439484

Atau bisa menitipkan bantuan ke Redaksi Seputar Kudus melalui Rekening BCA: 0312285817 an/suwoko (berita: PEDULI AYU). *Sudah mendapat persetujuan dari Pak Anwar (ayah Ayu). Program bantuan melalui redaksi akan kami tutup pada 28 April 2017 pukul 24.00.