Demi Bisa Buka Usaha Pembuatan Ornamen di Kudus, Mawan Nekat Cari Modal Hingga ke Negeri Jiran

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, UNDAAN LOR – Di tepi barat Jalan Kudus – Purwodadi Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus tampak sebuah pekarangan yang dipenuhi puluhan aneka ornamen hiasan rumah. Dua orang terlihat sedang mencetak ornamen baru. Di sudut lain tampak seorang pria mengenakan celana jeans sedang mengikat aneka ornamen yang berada di mobil bak terbuka. Pria tersebut bernama Darmawan (32), yang demi bisa membuka usaha harys mencari modal hingga ke Malaysia.

Darmawan (paling kanan), pemilik UD Mulya Beton
Darmawan (paling kanan), pemilik UD Mulya Beton. Foto: Rabu Sipan

Seusai mengikat ornamen hiasan rumah, pria yang akrab disapa Mawan itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usaha yang dia beri nama UD Mulya Beton. Dia mengungkapkan, mulai buka usaha sejak tahun 2014. Menurutnya, sebelum membuka usaha sendiri, Mawan 10 tahun yang lalu kerja ikut tetangganya yang memiliki usaha serupa selama tiga tahun.

Baca juga: Daya Beli Tinggi, Alasan Mawan Rela Datang dari Ponorogo Produksi Ornamen Beton di Kudus

“Aku kerja ikut orang membuat aneka ornamen itu pada tahun 2007.  Tapi pada tahun 2010 aku memutuskan keluar, karena ingin memiliki usaha pembuatan ornamen sendiri. Namun karena tidak memiliki modal pada tahun yang sama aku nekat merantau ke Negeri Jiran selama empat tahun,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Pria asal Ponorogo, Jawa Timur, itu mengatakan, setelah empat tahun di negeri orang dirinya memutuskan pulang. Sampai di Indonesia dia mengaku tetap pada cita- citanya yakni membuka usaha pembuatan dan penjualan aneka ornamen rumah.

“Setelah hasil jerih payahku di Malaysia aku pergunakan menikah, sisianya aku buat untuk modal usaha, dan akupun mencari lokasi untuk memulai usaha. Dari sekian banyak lokasi yang aku survei, aku cocok buka usaha di Undaan, Kudus,” tuturnya.

Pria yang sudah dikaruniai satu anak itu mengungkapkan, demi mewujudkan keinginannya itu dia mengaku menghabiskan modal sekitar Rp 50 juta. Menurutnya, uang tersebut dirinya gunakan untuk sewa tempat dan membeli perkakas yang dibutuhkan. Sedangkan untuk pemasaran, setiap Sabtu dan Minggu selalu keliling menawarkan aneka ornamen hasil karyanya kepada para masyarakat sekitar.

“Biasanya aku menwarkan ke toko bangunan serta masyarakat Kudus yang tiang rumahnya masih berupa cor beton. Dan aku bersyukur responnya bagus, setelah ada beberapa rumah yang dipasangi dengan ornamen, aku tidak perlu keliling lagi. Karena pemasaran lalu melalui mulut ke mulut para pelanggan,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, berkeliling menawarkan berbagai ornamen hasil karyanya hanya beberapa bulan saja, tidak sampai setahun. Para pelanggan juga sudah paham saat butuh berbagai ornamen hiasan rumah mereka biasanya datang langsung ke tempat UD Mulya beton.

“Aku bersyukur usaha yang menjadi cita-citaku sejak remaja kini sudah kelihatan hasilnya. Modalku sudah balik dan keuntungan meski sedikit-sedikit juga ada. Kini pelangganku juga tidak hanya orang Kudus saja, melainkan juga dari daerah tetangga,” ujarnya.