Demi Sajikan Menu Fresh, Raja Iwak Bergeming Dikomplain Pembeli Karena Menunggu Lama

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, UNDAAN TENGAH – Di tepi sungai sebelah timur Desa Undaan Tengah Gang 13, Kecamatan Undaan, Kudus, tampak sebuah warung semi permanen. Di dalam warung tampak beberapa pelanggan duduk lesehan santai sambil menyantap aneka menu hidangan yang disajikan. Di dapur para pelayan sibuk menyediakan menu masakan yang dipesan pelanggan. Tempat tersebut yakni Rumah Makan Raja Iwak yang tetap mempetahankan cara penyajian masakan ikan segar, meski sering dikomplain pelanggan.

RM Raja Iwak yang menyajikan menu olahan ikan segar 2017_4
RM Raja Iwak yang menyajikan menu olahan ikan segar. Foto: Rabu Sipan

Alim Widiyastuti (38), pengelola Raja Iwak, mengungkapkan, semua aneka masakan yang disajikan di Raja Iwak diambil dikolam dan diolah saat ada pesanan dari pembeli. Karena alasan tersebut, proses memasak cukup menyita waktu sehingga penyajian menjadi lama. Tak jarang banyak pembeli komplain karena harus menunggu.

Baca juga: Penasaran dengan Rasa Menu Sayur Keong, Jumiah Datang ke Raja Iwak di Undaan Tengah

“Selain komplain, tak jarang juga beberapa pelanggan pergi sebelum menu yang mereka pesan dihidangkan. Saat para pelanggan komplain dan pergi, kami tidak bisa berbuat banyak karena kami memang mempertahankan cara penyajian ini. Kami ingin menu yang disajikan benar-benar fresh,” ujar perempuan yang akrab disapa Alim kepada Seputarkudus.com beberapa waktu lalu.

Warga Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kudus itu mengatakan, rumah makan milik Kepala Desa Undaan Tengah itu menyajikan aneka olahan ikan segar, di antaranya, ikan nila, gurame, dan lain sebagainya. Untuk menu ikan nila kuah dijual seharga Rp 60 ribu per kilogram. Untuk nila bakar ditarif seharga Rp 55 ribu per kilogram, dan gurame bakar dan gurame kuah dijual Rp 68 ribu per kilogram.

Selain itu, kata dia, Raja Iwak juga menyediakan aneka olahan belut dan keong. Untuk menu belut pepes dijual seharga Rp 10 ribu per porsi, belut balado ditarif seharga Rp 25 ribu serta belut bakar, gorang dan krispi dijual seharga Rp 23 ribu seporsi. “Selain aneka menu ikan kami juga menyediakan masakan keong dengan harga Rp 8 rbu seporsi,” ungkapnya.

Perempuan yang sudah dikaruniai tiga anak itu mengungkapkan, olahan keong menjadi menu favorit yang banyak dipesan palanggan, selain aneka olahan belut. Menurutnya dua menu tersebut jarang ditemui di rumah makan lain.

Dia mengatakan, sejak buka empat tahun lalu, Raja Iwak sudah memiliki banyak pelanggan. Bahkan menurutnya yang datang tidak hanya dari Kudus, melainkan ada yang dari daerah sekitar Kudus. Saat hari Minggu dia mengaku mampu meraup omzet Rp 7 juta sehari. Sedangkan hari lainnya masih mampu mengantongi penghasilan kotor sekitar Rp 2 juta sehari.

“Raja Iwak buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB. Dan Untuk pelayanan pelanggan, kami ada tujuh orang untuk hari biasa dan 12 orang pelayan di hari Minggu yang saling berbagi tugas,” ujarnya.