Desa Pedawang Andalkan Produk UMKM Pada Penilaian Lomba Desa Tingkat Kabupaten Kudus

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, PEDAWANG – Sejumlah orang tampak bersiap-siap di stan pameran di Balai Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus. Sejumlah produk produk unggulan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Pedawang, terlihat memenuhi meja-meja stan. Pemerintah desa setempat, mengandalkan potensi UMKM untuk penilaian Lomba Desa Tingkat Kabupaten Kudus 2017.

Ketua DPRD Kudus Masan melihat produk UMKM Desa Pedawang
Ketua DPRD Kudus Masan melihat produk UMKM Desa Pedawang. Foto: Imam Arwindra

Usai pembukaan acara, tim penilai terlihat memasuki lokasi stan. Tim penilai itu di antaranya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Noor Yasin, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus Masan dan beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mereka menyapa pelaku UMKM yang memamerkan produknya. Sesekali mereka mencicipi beberapa produk kuliner yang disuguhkan di stan.

Kepala Desa Pedawang Mohammad Rifai mengatakan, potensi UMKM Desa Pedawang menjadi andalan dalam lomba desa kali ini. menurutnya, desannya ditunjuk mewakili Kecamatan Bae untuk mengikuti lomba. Desa dengan luas 103.827 hektar dan penduduk 4.591 jiwa, memiliki potensi UMKM cukup besar.

“Produk UMKM di desa kami ada pakan burung, tempe dan tahu,  mebel, konveksi, budidaya ikan, olahan makanan ringan dan beberapa produk kreatif. Pakan burung merek Krotosari milik pak Nur Rohman, pemaasarannya bahkan sudah sampai Surabaya,” jelasnya.

Sejumlah produk unggulan UMKM di desanya, Kata Rifai, ada juga yang sudah dipasarkan secara daring, yakni ceriping pisang, mebel, desain miniature,konveksi dan ikan hias. Selain UMKM, pihaknya juga sudah memiliki perpustakaan manual dan digital.

“Kami juga sudah memanfaatkan aplikasi Si Mamad (Sistem Informasi Manajemen Administrasi Desa), aplikasi Menara (Menjaga Amanah Rakyat) dan SPGDT (Sistem Penanganan Kegawatan Daruratan Terpadu Kabupaten Kudus). Itu untuk mendukung progam Kudus Cyber City dari Bupati Kudus Bapak Musthofa,” tambahnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus Noor Yasin yang turut hadir menuturkan, dalam perlombaan desa tingkat kabupaten kali ini, semua bentuk pembangunan ditampilkan untuk dinilai oleh tim. Menurutnya tim penilai akan objektif dalam melakukan penilaian.

Dirinya berharap keseluruhan desa dan kelurahan di Kudus dapat menjadi Desa Pandai OJK seperti di Desa Karangbener Kecamatan Bae. Dikatakan, dalam lomba desa yang diselenggarakan indikator laku desa pandai memiliki porsi poin penilaian yang cukup besar. Indikatornya antara lain sudah mengelola administrasi secara digital dan sudah ada koneksi wifi yang bisa diakses masyarakat. “Ini upaya mendidik untuk mendorong bersama melakukan kegiatan yang cerdas dan tuntas,” tuturnya.

Dalam kegiatan lomba desa tingkat Kabupaten Kudus 2017, tim penilai ada sebanyak 23 orang dari OPD dan penggerak PKK Kabupaten Kudus. Dari data yang ada, tim penilai di pimpin oleh  Agus Budi Satriyo, Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus dan Arief Budi Siswanto, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus.

Penilaian yang dilakukan meliputi bidang pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, inovasi dan ekonomi masyarakat. Selain itu juga bidang pemerintahan dan penaturan investasi, tanggap dan siaga bencana, desa berbasis teknologi dan informasi serta keamanan dan ketertiban desa. Selanjutnya, aspek yang dinilai tentang kinerja, inisiatif dan pemberdayaan masyarakat, pemerintahan desa dan kelompok penggerak PKK yang ada di desa.