Duku Sumber Buah Asli Kudus Pertama Kali Ditanam Kiai Mukharam, Prajurit Mataram

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, HADIPOLO – Akar pohon duku di Dusun Sumber Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus terlihat menyebar tak beraturan. Dahannya yang rindang dengan daun yang lebar meneduhi apa pun benda yang berada di bawahnya. Pohon duku tersebut tumbuh di pekarangan dekat rumah warga. Masyarakat lebih mengenalnya dengan nama pohon duku Sumber. Buah yang dihasilkan banyak yang mengatakan lebih unggul dibanding duku dari tempat lain.

Penjual buah duku Sumber di Desa Hadipolo, Kudus 2017_4
Penjual buah duku Sumber di Desa Hadipolo, Kudus. Foto: Imam Arwindra

Tak sembarang orang yang membawa bibit pertama kali di dusun tersebut. Diceritakan Solikin (56) Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jaya Makmur Desa Hadipolo, bibit pohon Duku Sumber pertama kali dibawa oleh Kiai Mukharam, seorang prajurit dari kerajaan Mataram. Menurutnya, karena jasanya dia mendapatkan hadiah dua buah bibit pohon duku dari Kerajaan Mataram.

Baca juga:

Saat melakukan perjalanan, dia beristirahat di lokasi cikal bakal Dukuh Sumber. Di sanalah dia menanam kedua pohon tersebut. Namun pada akhirnya dia dikenal menjadi tokoh yang babat alas dukuh tersebut. “Kiai Mukharam sosok yang babat alas Dukuh Sumber. Dan kedua pohon ditanam di Dukuh Sumber,” ungkapnya saat ditemui dikediamannya, beberapa waktu lalu.

Sekarang kedua pohon tersebut sudah tidak ada. Lokasi yang dulu ditumbuhi pohon duku sudah beralih menjadi rumah warga. Namun anak cucunya sempat membibitkan pohon, dan sampai sekarang masih dapat dinikmati. Solikin menuturkan duku yang berasal dari Dukuh Sumber Desa Hadipolo dikenal orang dengan sebutan duku Sumber. Menurutnya, secara kualitas duku ini memiliki rasa lebih manis, harum dengan daging tebal dan biji kecil.

“Duku Sumber juga memiliki ukuran lebih besar, tiga sampai empat sentimeter. Duku Sumber kualtitasnya lebih bagus ketimbang dengan duku dari daerah lain,” tambahnya.

Sementara itu, pengurus Gapoktan lainnya, Suparto Mutohar, menambahkan, buah duku Sumber awal bulan Maret 2017 lalu mendapatkan juara dua dan tiga Festival Buah Jawa Tengah 2 yang digelar di Halaman Pendopo Gubernur Jawa Tengah. Tidak bisa mengalahkan duku dari Karanganyar karena Duku Sumber yang dilombakan dengar kabar terdapat bercak hitam pada kulit luar duku. “Mungkin saat yang dibawa ada bercaknya. Namun saya yakin kalau soal rasa Duku Sumber tidak tertandingi,” ungkapnya.

Suparto menuturkan, pohon duku Sumber ditanam di pekarangan rumah. Jika ditanam di perkebunan atau sawah akan gampang mati karena kadar airnya terlalu banyak. Selanjutnya, harga jual Duku Sumber dari petani yakni Rp 25 ribu per kilogram. Jika sudah di toko akan naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Menurutnya, selama ini Duku Sumber paling banyak dikirim ke Jakarta. “Kalau model tebas antara Rp 6 juta sampai Rp 7 juta. Ada juga yang sampai Rp 9 juta,” terangnya.

Solikin menambahkan dalam satu pohon yang sudah berumur di atas 10 tahun terdapat sekitar empat kwintal lebih buah duku. Menurutnya, buah tersebut hanya dipanen satu tahun sekali. Bisa dua tahun sekali, namun efeknya pohon akan cepat mati. “Buah Duku Sumber sudah banyak dikenal orang. Semoga terus dibudidaya, karena tumbuhan asli Dusun Sumber ini tergolong sulit perawatannya,” ungkapnya.