Guru Lulusan UGM Ini Tetap Tekuni Hobi Crafting Karena Kuntungan Menggiurkan

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, CENDONO – Tiga bingkai putih berkaca tampak berjajar di satu ruangan rumah di Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kudus. Dalam bingkai tersebut terdapat gambar bertumpuk yang biasa disebut scrapframe. Di ruangan lain tampak seorang perempuan memakai jilbab sedang memberi les pelajaran tambahan kepada tiga siswa. Perempuan tersebut bernama Mamila Ziyyit Tuqo (25), seorang guru lulusan UGM yang punya hobi membuat kerajinan dari kertas.

Scrap Frame hasil karya Mila warga Cendono, Kudus
Scrap Frame hasil karya Mila warga Cendono, Kudus. Foto: Rabu Sipan

Seusai memberikan les, perempuan yang akrab disapa Mila itu sudi berbagi cerita kepada Seputarkudus.com tentang usaha sambilannya tersebut. Dia mengungkapkan, sebenarnya sebelum menjadi guru dirinya telah pembuat kerajinan kertas. Di antara kerajinan yang dia buat itu, karikatur timbul, scraftframe, dan siluet. Menurutnya, membuat tiga kerajinan tersebut dijadikan sambilan sejak masih kuliah. Dan setelah lulus dan mengajar dirinya tetap menekuni usaha tersebut.

Baca juga: Awalnya Iseng Buat Scrapframe, Kini Mila Punya Banyak Pelanggan di Seluruh Indonesia

“Membuat kerajinan ini tidak membutuhkan banyak waktu, reseller dan pelangganku juga sudah lumayan banyak. Keuntungannya juga lumayan. Pengerjaannya juga sangat menyenangkan. Sejak dulu aku suka dengan sesuatu yang berhubungan dengan desain,” ungkap perempuan yang sekarang mengajar di MA NU Miftahul Falah tersebut, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Warga Desa Cendono, Dawe, Kudus, itu mengungkapkan, menyukai dunia desain sejak masih kuliah. Bahkan setelah lulus kuliah dan belum mengajar, dia mengaku ikut pelatihan kerja untuk desain grafis yang diadakan Pemerintah Kabupaten Kudus. Karena dengan mampu mendesain dengan hasil yang bagus dan indah, akan sangat berpengaruh terhadap keindahan aneka craft yang dia buat.

Dia menjelaskan, harga produk kerajinan yang dia buat dinilai cukup terjangkau. Untuk produk scrapframe ukuran 25×20 sentimeter dia jual mulai Rp 60 ribu, ukuran 30×25 sentimeter ditawarkan mulai Rp 70 ribu. Sedangkan ukuran 35×25 sentimeter dibebankan biaya mulai Rp 80 ribu. “Harga dihitung per kepala, setiap tambah satu kepala biayanya Rp 10 ribu,” jelasnya.

Untuk craftframe ditawarkan dengan dua ukuran yakni 25×20 sentimeter seharga Rp 130 ribu dan ukuran 30×25 sentimeter dibebankan biaya Ro 150 ribu. Harga tersebut, kata Mila sudah termasuk bingkai 3D. Sedangkan, untuk produk sileut  dengan ukuran 20×25 sentimeter dijual mulai harga Rp 50 ribu. Menurutnya harga dihitung dari banyaknya sileut dan background.

Menurutnya, sekarang banyak anak muda yang memesan aneka craft hasil karyanya tersebut. karena tiga kerajinan tersebut cocok untuk dijadikan kado untuk sahabat, orang yang dicintai, mengabadikan momen pernikahan, wisuda, ulang tahun dan lainnya. Pemesannya juga tidak hanya orang Kudus saja melainkan juga orang lain daerah.

“Aku berharap usaha sambilanku yang membuat aneka craft bisa makin dikenal banyak orang. Mampu merambah ke semua kalangan dan diminati banyak orang hingga makin berkembang dan mampu menciptakan lowongan kerja baru untuk orang lain,” harap perempuan lajang tersebut.