Ingin Ajak Banyak Teman Lulus, Hadi Ciptakan Mesin Penguji Keausan Mesin

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, UMK – Suara bising mesin terdengar di gedung K ruang praktik Jurusan Teknik Mesin Universutas Muria Kudus (UMK). Tampak seorang pria mengenakan baju putih bergaris-garis sedang mengoprasikan mesin. Pria itu yakni Muhammad Hadi Susanto (28), yang sedang mengerjakan proyek akhir pembuatan mesin Alat Uji Keausan Untuk Sistem Kontak Two Disc. Proyek persyaratan itu dibuatnya, karena ingin mengajak banyak temannya segera lulus.

Hadi, mahasiswa UMK menguci alat yang dia buat
Hadi, mahasiswa UMK menguci alat yang dia buat

Hadi begitu dia akrab disapa, sudi berbagi cerita kepada Seputarkudus.com tentang alat yang dia ciptakan tersebut. Dia menciptakan Alat Uji Keausan Untuk Sistem Kontak Two Disc karena mendapat referensi dari dosennya yang dulu pernah membuat alat serupa. Perbedaannya, alat yang dibuat dosennya berguna untuk menguji nilai koefisien gesekan, dan alat yang dibuat Hadi untuk menguji keausan dan laju keausan.

Baca juga: Hanya Bermodal Rp 5 Juta, Mahasiswa UMK Ini Bisa Buat Mesin Seperti Buatan Jerman Seharga Rp 55 Juta

“Motivasi awal saya ingin mengajak teman-teman lulus, karena alat ini bisa digunakan banyak orang untuk syarat kelulusan. Referensi saya dari dosen yang pernah membuat alat serupa, tetapi beda fungsinya. Selain itu juga dari jurnal yang saya pelajari, dari Jepang, India dan Amerika,” ungkap warga Desa Tuang, Kecamatan Karanganyar, Demak itu.

Dia mengaku membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk proses penelitian dan pembuatan. Dalam proses pembuatan alat tersebut, Hadi membutuhkan anggaran sekitar Rp 30 juta. Dana tersebut didapatnya dari iuran tim sebanyak 12 orang.

“Sebenarnya tim inti kami ada tujuh orang, tapi sebagian ikut meneliti jadi membantu semampunya. Anggaran utama kami dari tujuh orang yang masing-masing iyuran Rp 3,5 juta. Dan sisanya dari bantuan lima orang yang ikut meneliti di luar tim kami,” jalasnya.

Untuk mengetahui kinerja alat tersebut juga memerlukan program yang sudah mereka buat. Program tersebut yakni aplikasi yang mereka beri nama program Visual Basic 6.0. Tanpa program tersebut Alat Uji Keausan Untuk Sistem Kontak Two Disc itu tidak dapat diketahui hasil uji keausannya.

“Dengan progam Visual Basic 6.0, nanti akan diketahui suhu objek, kecepatan putaran satu, dua, dan torque. Dari hasil tersebut nanti kami akan tahu seberapa kuat roda gigi yang kami uji. Dengan beban sekian, kecepatan sekian, tentu butuh bahan yang tepat untuk ketahanan roda gigi. Karena semakin keras bahan belum tentu semakin baik, kita perlu menyesuaikan kecepatan dan beban yang kan ditopang,” terangnya sambil menunjukan aplikasi Visual Basic 6.0 itu.