KLX dan D-Tracker, Motor Trabas Kawasaki yang Banyak Digandrungi Kalangan Muda

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, PANJUNAN – Sejumlah kendaraan roda dua terpakir di dalam diler resmi Kawasaki Kudus, di Jalan Ahmad Yani, ruko Panjunan Blok A-11 Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota. Tak jauh dari tempat parkir kendaraan, tampak wanita berjilbab kuning sedang mencacat sesuai. Dia yakni Estri Fitriyani (22), Sales Unit PT Sinar Gemala Sakti. Menurutnya, di diler tempat dirinya bekerja, Kawasaki KLX dan D-Tracker mendominasi penjualan.

Kawasaki KLX 2017 di diler resmi Kawasaki Kudus 2017_4_6
Kawasaki KLX 2017 di diler resmi Kawasaki Kudus. Foto: Sutopo Ahmad

Kepada Seputarkudus.com, Estri kuning tersebut sudi berbagi penjelasan tentang penjualan motor di tempat dia bekerja. Dia menjelaskan, penjualan motor Kawasaki KLX dan D-Tracker berjenis trabas atai trail ini mengalami peningkatan karena dipengaruhi beberapa faktor. Satu faktor di antaranya motor ini mampu melintasi semua medan.

“Di tempat kami, sekarang yang banyak diminati berupa motor trail, Kawasaki KLX dan D-Tracker. motor ini bisa menembus segala medan. Misalnya, ingin melaju di jalan yang beraspal, D-Tracker sangat cocok untuk digunakan . Sedangkan KLX, lebih tepatnya bagi pengendara yang suka berpetualang. Misalnya melintasi jalanan berlumpur, kerikil, banjir, pasir maupun batu,” ungkap Estri waktu ditemui beberapa waktu lalu.

Terkait dengan penjualan kedua motor itu, Estri mengatakan, dalam sebulan dilernya mampu menjual 35 unit motor KLX dan sebanyak 30 unit motor D-Tracker. Pilihan warna yang ditawarkan bagi setiap pelanggan sangat beragam, KLX ada warna hijau, hitam, oranye, dan kuning. Untuk D-Tracker meliputi warna abu-abu, oranye serta hijau.

“Biasanya pelanggan lebih suka warna hijau untuk motor KLX dan abu-abu untuk motor D-Tracker. Kalau pelanggan kami menyeluruh, paling dominan memang dari Kudus. Tapi tak jarang juga ada yang dari Pati, Jepara, Rembang maupun Tegal. Pelanggan, kebanyakan dari kalangan anak muda, karena komunitas motor trail sekarang semakin banyak” ujar warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kudus.

Estri menambahkan, harga yang dia tawarkan untuk kedua produk tersebut berbeda-beda, tergantung jenis dan tipe motor yang hendak dibeli. Misalnya, KLX Pro, dijual seharga Rp 28 juta, KLX 150 G dipatok seharga Rp 29,3 juta, KLX BF Rp 32,8 juta, KLX BF SE Rp 34,5 juta, KLX BF SE AMA Rp 35 juta dan untuk KLX 250S dibanderol lebih mahal, yakni seharga Rp 63,9 juta.

“Harga tadi khusus motor KLX, kalau D-Tracker beda lagi harganya. D-Tracker 150 kami jual seharga Rp 31,8 juta, D-Tracker 150 SE Rp 33,4 juta dan untuk D-Trackel X Rp 64,6 juta,” tambah Estri sambil memperlihatkan brosur harga motor Kawasaki.