Mukodin, Berjualan Sate Kojek di Tepi Jalan untuk Biayai Pendidikan Anak-Anaknya

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, JEPANG – Sepeda motor dan mobil tampak berlalu lalang di Jalan Budi Utomo tepatnya di depan SMP 1 Mejobo Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus. Di tepi jalan itu, terlihat seorang pria setengah baya berkaus biru tampak cekatan memasukan sate kojek ke dalam kantung plastik kemudian diberikan pada pembeli. Pria tersebut bernama Mukodin (47), yang biayai pendidikan anak-anaknya dari hasil berjualan sate kojek.

Mukodin (kaus biru) sedang menjual sate kojek bersama putrinya 2017_4
Mukodin (kaus biru) sedang menjual sate kojek bersama putrinya. Foto: Rabu Sipan

Kepada Seputarkudus.com, Mukodin sudi berbagi kisah tentang usahanya berjualan sate kojek untuk hidupi keluarganya. Di mengatakan sudah dikaruniai tiga anak. Dia berjualan sate kojek keliling menggunakan sepeda motor, untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Selain itu, dari hasil berjualan itu dia mampu membiayai pendidikan ketiga anaknya. Dia bersyukur anak pertamanya sudah lulus kuliah.

Baca juga: Gadis Bertitel Sarjana Ekonomi Ini Tak Malu Bantu Ayahnya Jualan Sate Kojek di Tepi Jalan

“Anak pertama saya perempuan. Dia sudah lulus kuliah sekitar setahun lalu. Kini setiap hari membantu saya berjualan sate kojek, karena belum mendapat pekerjaan,” ujar Mukodin saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dua anaknya yang lain kini masih sekolah. Dia berharap penjualan sate kojeknya semakin lancar dan laris. Sehingga kedua anaknya yang kini masih sekolah bisa mendapatkan pendidikan yang sama dengan kakaknya yang sudah sarjana,” harapnya.

Sementara itu, sejumlah orang tampak mengantre membeli sate kojek yang dia jual. Dia mengungkapkan, sate kojek miliknya memang cukup diminati pembeli. Karena sudah memiliki banyak pelanggan, dalam sehari dirinya bisa berjualan dua kali sehari, pagi dan sore.

“Aku berjualan pagi mulai pukul 9.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Sedang sorenya aku berjualan mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Dan aku bersyukur setiap kojek yang aku bawa sering habis dibeli pelanggan,” ujar Mukodin yang mengaku setiap hari berjualan di depan SMP 1 Mejobo, Desa Jepang.

Pria yang setiap berjualan pagi selalu ditemani putrinya itu menuturkan, berjualan sate kojek sejak 2005. Namun menurutnya, penjualannya meningkat drastis sejak setahun terakhir. Sebelumnya, dalam sehari dirinya hanya menghabiskan dua kilogram bahan. Kini, dalam setahun terakhir dia mengaku bisa menghabiskan sekitar 20 kilogram.

“Yang namanya orang berjualan itu pasti ada pasang surutnya. Kadang bisa sepi pembeli, kadang juga ramai. Saya ingin usaha ini bisa berkembang dan semakin banyak pelanggan. Kelak saya ingin bisa membuka frenchise agar penjualannya semakin banyak,” katanya.