Orang Kudus Sering Berkata ‘Ibarate Ngene’, Maka Jadilah Nama Ibaratskata

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, JATI WETAN – Sejumlah pemuda duduk melingkar di luar ruangan Fariasi Studio Musik, Gang Abiyoso, Jati Wetan, Kudus. Mereka tampak asyik bercanda satu sama lain. Mereka tak lain adalah personel Ibaratskata, yang berkumpul setelah selesai latihan.

Grup musik beraliran SKA di Kudus, Ibaratskata 2017_4_14
Grup musik beraliran SKA di Kudus, Ibaratskata. Foto: Ahmad Rosyidi

Rian Adiel Mahendra, satu di antara personel Ibaratskata, sudi menceritakan asal-usul nama grup musiknya. Dia menjelaskan, Ibaratskata terbentuk pada 2008. Nama itu dipilih berawal dari kebiasaan masyarakay Kudus yang suka mengibaratkan saat menjelaskan sesuatu.

“Tidak ada arti tertentu nama Ibaratskata. Nama itu muncul saat orang Kudus suka menggunakan kalimat ibarate ngene, saaat menjelaskan sesuatu. Jadi muncul saja ide pemilihan nama ibarat kata. Karena genre kami juga Ska jadi kami tambahkan pada nama yang dipilih,” ungkap warga Garung, Kaliwungu, Kudus itu kepada Seputarkudus.com, beberapa waktu lalu.

Rian menuturkan alasan dia bersama teman-temannya memilih genre Ska. Pada tahun 2007 hingga tahun 2008 musik Ska belum booming dan di Kudus belum ada pesaingnya. Menurutnya di Kudus pernah ada band Ska sekitar tahun 1998 hingga tahun 1999, kemudian meredup lagi. Dan sekarang sudah banyak band Ska di Kudus.

Personel lainnya, Doni Hermawan, menambahkan, Ibaratskata terbentuk berawal dari teman ngumpul di angkringan. Hanya teman mengobrol hal-hal tidak jelas, saling mengejek untuk menghilangkan setres. Karena jenuh dengan kehidupan masing-masing, kemudian mereka membentuk band untuk menambah kesibukan dan menghindari hal-hal negatif.

“Awalnya kami hanya teman ngumpul di angkringan, ngobrolin hal-hal yang tidak jelas. Karena jenuh dengan kehidupan, kami punya ide untuk membentuk band. Daripada kami melakukan hal-hal negatif, mending mencari kesibukan yang positif,” jelas warga Melati Lor, Kota, Kudus itu.

Doni mengatakan, awalnya mereka belum mahir bermain musik. Mereka bermain musik untuk iseng-iseng mengisi aktivitas, dan saat itu belum ada gambaran bisa serius seperti saat ini. Dia juga menjelaskan hingga saat ini Ibaratskata tidak memiliki logo resmi, setiap ada acara logonya kerab berubah-ubah.

“Kalau logo pertama gambar bulat seperti bola, malah jadi bahan tertawaan saat ngumpul,” ungkapnya sambil tertawa.