Produsen Bakso di Kudus Ini Buat Ratusan Ribu Butir Tiap Hari, Merek Produk Sering Dibajak

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, BULUNG CANGKRING – Beberapa kendaraan terparkir di depan rumah berlantai dua di Desa Bulung Cangkring, Kecamatan Jekulo, Kudus. Di dalam bangunan sebelah rumah bertingkat tersebut terlihat beberapa perempuan sibuk membuat bakso. Bangunan tersebut merupakan tempat produksi bakso daging merek Ada Rasa, yang mampu menjual ratusan ribu pentol daging sehari.

Produksi pentol bakso Ada Rasa di Kudus 2017_4
Produksi pentol bakso Ada Rasa di Kudus. Foto: Rabu Sipan

Tak jauh dari tempat mengemas produk bakso, tampak seorang pria berkaus garis-garis. Dia adalah Sutarwi (56), pemilik usaha tersebut. Kepada Seputarkudus.com, dia mengungkapkan, usaha pembuatan bakso daging yang dia rintis dari berjualan keliling itu, banyak diminati masyarakat. Menurutnya, itu terbukti dari jumlah produksi dan berbagai resep.

Baca juga: Pernah Rasakan Pahitnya Perceraian, Tarwi Bangkit dan Kini Sukses Produksi Pentol Bakso Daging

“Satu resep itu isinya 30 bungkus dan dalam satu bungkus berisi 30 butir bakso daging. Jadi setiap hari aku mampu menjual sekitar 4500 bungkus yang berisi sekitar 135 ribu pentol bakso daging. Dan setiap bungkusnya aku jual ke agen dengan harga Rp 8500,” ungkap pria yang akrab disapa Tarwi beberapa waktu lalu.

Warga Desa Bulung Cangkring, Jekulo, Kudus, itu mengungkapkan, sedangkan untuk harga pedagang ecer dia menjual produknya seharga Rp 9500 per bungkus. Menurutnya, pentol bakso daging produksinya tidak hanya digemari masyarakat di Kudus saja, melainkan masyarakat di seluruh Karesidena Pati, bahkan Semarang dan Tuban.

“Untuk distribusi penjualan pentol bakso Ada Rasa tidak hanya di Kudus saja. Melainkan sudah sampai seluruh Karesidenan Pati. Bahkan aku punya beberapa agen penjualan pentol bakso produksiku di setiap daerah Karesidenan Pati, Semarang serta Tuban,” katanya sambil menyalakan rokok.

Pria yang sudah dikaruniai delapan anak dan lima cucu itu mengukapkan, karena banyaknya peminat dan suka dengan rasa pentol bakso daging produksinya, tak jarang Bakso Ada Rasa dibajak. Menurutnya, sering beberapa oknum memproduksi pentol bakso yang dilabeli bahkan diberi merek sama dengan bakso daging produksinya.

Dia mengaku sangat jengkel dengan perbuatan para oknum tersebut. Karena dengan memberi merek hampir sama bahkan serupa merupakan perbuatan melanggar hukum. Dan tentu kata Tarwi, perbuatan tersebut sangat merugikannya. Dia khawatir para pelanggan mengira pentol bakso KW itu hasil produksi Ada Rasa.

“Aku tidak masalah orang lain membuka usaha serupa, tapi berlakulah jujur jangan merusak citra usaha milik orang lain. Mari merintis usaha sama-sama dan cari rezeki bareng. Kalau memang rezekinya kita ada di usaha pentol bakso, Allah pasti akan memberikan jalan dan insyaallah usaha kita akan bisa berkembang,” ungkapnya.

Dia mengatakan, para pesaingnya tersebut selain membuat kemasan mirip, mereka juga menjatuhkan harga dengan menjual pentol bakso yang mereka produksi dengan harga murah. Namun rasa yang dihasilkan sangat jauh berbeda atau tidak enak. Sebenarnya hal tersebut tidak masalah, asal logo dan mereknya tidak dibuat serupa dangan Ada Rasa.

“Aku juga mengimbau kepada para pelanggan untuk cermat dalam mengenali kemasan produk pentol Bakso Daging Ada Rasa yang asli. Dan jangan terkecoh dengan harga yang lebih murah. karena kemasan boleh saja ditiru tapi cita rasa pasti tetap beda,” ujarnya.