Produsen Genting di Ngetuk Ini Berani Garansi Produknya Hingga Dua Tahun

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, NGEMBALREJO – Belasan orang tampak mengambil ribuan hasil cetakan genting yang dijemur di Dukuh Ngetuk, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus. Terlihat ribuan hasil cetakan genteng tersebut dibawa ke tempat pembakaran. Tak jauh dari aktivitas tersebut, tampak seorang pria memakai kaus lengan pendek, duduk di atas tumpukan genteng. Pria itu bernama Sunardi (61), pemilik usaha genting tersebut.

Genting dan terpus yang diproduksi di Ngetuk, milik Sunardi 2-17_4
Genting dan terpus yang diproduksi di Ngetuk, milik Sunardi

Sambil mengamati belasan pekerjanya, pria yang biasa disapa Nardi itu sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang pembelian genting di tempatnya. Dia mengungkapkan, sejak pertama membuka usaha pembuatan genting dan terpus, dirinya memberi garansi kepada para pelanggan. Menurutnya, garansinya tidak hanya sabulan atau dua bulan, namun hingga dua tahun.

Baca juga: Tekuni Pembuatan Genting Sejak Remaja, Nardi Bangga Semua Anaknya Lulus Sarjana

“Genting dan terpus hasil produksiku dijamin kuat dan tahan lama, makanya aku berani memberi garansi. Jika genting hasil produksiku saat sudah terpasang terkena hujan dan terik matahari ada yang pecah, kabari aku dan nota pembelian tunjukan padaku, berapapun itu langsung aku ganti,” ujarnya.

Warga Dukuh Ngetuk, Desa Ngembalrejo, Bae, Kudus itu mengungkapkan, selama ini tidak ada satu pun para pelanggannya yang komplain tentang kualitas genteng dan terpus hasil produksinya. Menurutnya, dengan kualitas dan garansi yang diberikan tersebut, dirinya kini memiliki banyak pelanggan. Tidak hanya di Kudus melainkan seluruh Karesidenan Pati. Bahkan dirinya pernah mengirim genteing dan terpus ke Bali, Kalimantan, dan kota besar di Indonesia lainnya.

Baca juga: Tempat Produksi Dibangun Rumah, Mantan Pengusaha Genting Ini Tak Canggung Jadi Kuli Lagi

Dia mengatakan, dirinya mendapat pesanan dari luar daerah melalui tengkulak dengan harga jual satu genting Rp 1.250. Menurutnya, harga tersebut biaya pengirimannya ditanggung pembeli. Sedangkan genting terpus dia jual dengan harga Rp 1.700. Harga – harga yang disebutkannya itu, minimal untuk pembelian seribu genting dan terpus.

“Harga tersebut sudah sangat terjangkau. Kualitas genting dan terpus dijamin jos. Genteng produksiku pembakarannya menggunakan daun tebu kering dan serpihan penggergajian. Sisa penggergajian aku gunakan untuk pengasapan agar kadar air berkurang setelah itu baru dibakar. Di jamin genting yang dihasil sangat ulet tidak mudah pecah dan patah. Karena memang genteng dan terpus asal Ngetuk, Ngembalrejo, Kudus itu terkenal kuat dan tidak mudah patah,” ujarnya.

Tak jauh berbeda diungkapkan oleh Misran (66), pria yang sudah menjadi perajin genting puluhan tahun di Ngetuk itu mengatakan, genteng Dukuh Ngetuk, memang terkenal ulet dan tidak mudah pecah, tahan terhadap terpaan hujan dan terik sinar matahari. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa lepas dari proses pembakaran.

“Genting dan terpus yang bagus itu pembakarannya menggunakan daun tebu kering. Karena daun tebu mudah terbakar, api serta panasnya setabil dan awet. Daun tebu kering pembakarannya mampu menjangkau lapisan genteng terdalam dan membuat genteng benar-benar matang. Pokoknya genting yang dihasilkan dijamin kualitasnya,” ujar Misran yang mocok membuat genting dengan sistem bagi hasil dengan pemilik tempat dan alat pres genteng..

Berbeda dengan genteng yang dibakar menggunakan daun tebu, menurutnya,  genting yang dibakar menggunakan kayu hasilnya kurang masak dan genteng yang dihasilkan juga rapuh. Itu disebabkan karena pembakaran menggunakan kayu, apinya tidak stabil, hingga panasnya tidak mampu menyentuh lapisan genteng yang terdalam.