Sebelum Launching Wisata Sungai Jurang, Karang Taruna Bersihkan Satu Pikap Popok dan Pembalut

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, JURANG – Tulisan larangan membuang sampah ke sungai terlihat tergantung di jembatang utama penghubung di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus. Larangan tersebut juga terlihat dipasang di beberapa titik sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Gelis. Menurut Pengurus Karang Taruna Gelora Mahardika Desa Jurang Ahmad Kurniawan, imbauan tersebut dibuat agar masyarakat sekitar DAS Gelis tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.

Bersih-bersih sungai Karang Taruna Desa Jurang 2017_3
Bersih-bersih sungai Karang Taruna Desa Jurang. Foto: Dokumentasi Karang Taruna Desa Jurang

Menurutnya, sungai di Desa Jurang tersebut sekarang ini telah dibuka wisata river tubing. Wisata tersebut sudah dibuka resmi sejak Sabtu (1/4/2017) lalu. Sebelum dibuka secara umum, pihaknya mempersiapkan secara matang agar wisata baru di Kudus tersebut diminati para pengunjung.

Baca juga: VIDEO Wisata River Tubing Desa Jurang Resmi Dibuka, Wahyudi: Gak Jatuh, Gak Seru!

“Sebelum dibuka secara umum, kami melakukan pemetaan sungai, berdoa bersama dan bersih-bersih sungai. Saat bersih-bersih tersebut, kami mendapat popok bayi satu mobil pikap,” ungkapnya saat ditemui di lokasi wisata.

Wawan, sapaan akrab Ahmad Kurniawan menjelaskan, kegiatan bersih-bersih sungai dilakukannya bersama anggota Karang Taruna Desa Jurang di sepanjang aliran sungai yang digunakan jalur river tubing. Menurutnya, selain membersihkan sungai dari sampah, pihaknya juga mengedukasi masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melewati Desa Jurang untuk tidak membuang sampah sembarangan di sungai. “Kami sudah memasang imbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Saat bersih sungai kemarin 70 persennya popok bayi,” jelasnya.

Rencananya, di kanan dan kiri jembatan desa akan dipasang jaring. Hal tersebut supaya ketika ada pengendara yang masih bandel membuang sampah di sungai dapat tertahan oleh jaring. Selain bersih-bersih sungai, pihaknya juga melakukan doa dan ritual untuk para nenek moyang Desa Jurang.

Menurutnya, pada hari Kamis (23/3/2017) dirinya bersama tokoh masyarakat di Desa Jurang melakukan syukuran dengan membaca manaqib dan berkunjung ke punden desa setempat Buyut Sigro Mulyo. Hal tersebut dilakukannya supaya wisata yang baru di Desa Jurang dapat berjalan dengan aman dan nyaman. “Kami juga menyebar kembang setaman di beberapa titik. Intinya untuk izin. Supaya tidak ada gangguan,” terangnya.