Sekarang Sudah Ada E-Tilang, Pelanggar Lalu Lintas Tak Perlu Sidang di Pengadilan

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, POLRES – Isih masih menunggu Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang dibawa anggota Polisi Lalu Lintas di ruangan Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polisi Resor Polres Kudus. Bersama temannya Andrean (17), dirinya tampak menunggu di kursi tunggu berbahan kayu. Menurut Isih, sapaan akrab Muhammad Isih Lestari (17), dirinya baru saja ditilang di Jalan Jendral Ahmad Yani, tak jauh dari Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Iptu Sucipto, menunjukkan E-Tilang Polres Kudus 2017_4
Iptu Sucipto, menunjukkan E-Tilang Polres Kudus. Foto: Imam Arwindra

Menurutnya, saat ditilang petugas Sat Lantas Polres Kudus, dirinya meminta untuk membayar denda pelanggaran menggunakan E-Tilang. Dia mengatakan, dengan menggunakan E-Tilang dirinya tidak perlu ke pengadilan untuk mengikuti persidangan. “Saya tadi ketilang di dekat Alun-alun karena tidak memiliki SIM. Namun ini sudah beres,” tuturnya kepada Seputarkudus.com, belum lama ini.

Baca juga: Selalu Gagal Saat Ujian SIM, Nazil Kesal Harus Antre 2 Jam Saat Sidang Tilang di Kejaksaan

Dia menjelaskan, dalam pembayaran denda pelanggaran berlalu lintas, dirinya sudah tahu kalau ada aplikasi E-Tillang. Menurutnya, aplikasi tersebut sangat membantunya untuk mengurus denda pelanggaran lalu lintas yang diperbuatnya. “Sistemnya lebih singkat dan cepat. Tidak usah menunggu persidangan,” ungkapnya yang masih sekolah di SMK.

Isih menceritakan, saat dirinya diminta menunjukkan kelengkapan surat berkendara, dirinya tidak memilik SIM. Akhirnya polisi yang menilangnya, mendaftarkan dirinya lewat aplikasi E-Tilang. Setelah itu dirinya diberikan lembar tilang warna biru untuk membayar sejumlah uang ke Bank BRI. “Baru STNK yang disita untuk barang bukti saya ambil,” jelasnya.

Menurutnya, saat belum ada E-Tilang dirinya harus menunggu beberapa hari menunggu jadwal persidangan di pengadilan. Saat di pengadilan, dia harus menunggu beberapa jam untuk menunggu namanya dipanggil oleh petugas. Saat ditanya habis berapa menggunakan sistem E-Tilang, Isih mengaku mengeluarkan uang sejumlah Rp 81 ribu untuk pembayaran pelanggaran SIM. “Iya saya tadi ke BRI habis Rp 81 ribu,” tambahnya.

Sementara itu, Kaur Bin Ops (KBO) Sat Lantas Polres Kudus Iptu Sucipto menuturkan, sistem E-Tilang menurutnya sudah diberlakukan di Kudus. Nantinya pelanggar lalu lintas yang menggunakan pembayaran denda lewat E-Tilang tidak perlu lagi datang ke pengadilan untuk mengikuti sidang. “Aplikasi E-Tilang datanya terpusat di Korlantas Polri (Korps Lalu Lintas Kepolisian RI),” tuturnya.

Menurutnya, masyarakat yang melanggar nanti akan didaftarkan langsung petugas di lapangan. Setelah itu petugas akan memberikan nomor ID tilang yang sesuai dengan nomor ID lembar tilang warna biru beserta nomor rekening. Nantinya denda tilang yang harus dibayar yakni denda maksimal yang sudah ditetapkan oleh pengadilan. “Setiap pelanggaran beda-beda dendanya. Intinya pembayaran denda sudah ditentukan di pengadilan,” jelasnya.

Pembayaran dilakukan di bank BRI melalui e-banking, ATM, atau datang ke teller. Iptu Sucipto mengaku juga bisa mengecek pelanggar sudah membayar denda atau belum lewat smartphone miliknya. Jika bingkai notifikasi masih warna biru berarti pelanggar belum membayar. Namun jika sudah berubah warna hijau berarti pelanggar sudah membayar. “Setelah bukti pembayaran diberikan, barang bukti yang disita bisa langsung diambil,” tuturnya sambil menunjukkan smartphone miliknya.

Iptu Sucipto mengungkapkan, masyarakat tidak bisa memiliki aplikasi E-Tilang, begitu juga dengan anggota polisi pun tidak semua memiliki. Menurutnya, yang memiliki E-Tilang hanya Polisi Sat Lantas dan sudah terdaftar di Korlantas Polri. Harapan ke depan dengan adanya aplikasi E-Tilang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus denda. Terutama yang ingin cepat-cepat pergi ke luar kota. “Ini juga upaya mengantisipasi petugas melakukan pungli (pungutan liar),” tambahnya.