Sudah Naik Turun Tangga Hingga Lantai Tiga, Saidah Kecewa Tetap Tak Bisa Donor Darah

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, JEPANG – Enam orang terlihat berbaring mendonorkan darah di ruang Minihospital Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cendekia Utama (Setikes Cenud) Kudus, Selasa (25/4/2017) pagi. Tak jauh dari mereka terlihat sejumlah orang sedang duduk menunggu giliran. Satu di antaranya Nur Saidah (20).

Donor darah di Stikes Cenud Kudus 2017_4
Donor darah di Stikes Cenud Kudus. Foto: Ahmad Rosyidi

Namun sayang, setelah diperiksa dia tidak diizinkan untuk melakukan donor. Kepada Seputarkudus.com, Saidah mengaku kecewa karena tidak bisa menyumbangkan darahnya. Padahal dirinya sangat ingin berpartisipasi, tapi karena tensi darahnya rendah dia tidak dibolehkan.

Saidah adalah mahasiswi Stikes Cnud dan juga ketua pelaksana kegiatan tersebut. Dia tidak menyangka tekanan darahnya begitu rendah, sehingga tidak bisa ikut donor. Sebenarnya dia sudah berupaya untuk menaikkan tekanan darahnya. Upaya dilakukan dengan naik turun tangga ke lantai tiga, dan jalan keliling kantin.

Selain itu Saidah juga sudah minum sari kedelai dan minum air putih, tetapi tiga kali ditensi tetap tidak ada perubahan. “Saya sedikit kecewa, karena saya ingin sekali ikut donor darah. Saya sudah pernah dua kali donor dan tidak ada kendala, sebelumnya darah saya juga stabil kisaran 120. Tapi kali ini berbeda, tekanan darah saya cuma 90, jadi belum bisa ikut donor,” ungkap anak terakhir dari lima bersaudara itu.

Saidah menjelaskan, satu pekan sebelum kegiatan donor darah dia sering begadang. Menurutnya, hal tersebut yang membuat tekanan darahnya menjadi turun. Dia tidak menyadari karena tidak ada perubahan yang dirasakan. Saidah merasa baik-baik saja, dan tidak ada gejala darah rendah yang dirasakan.

“Satu pekan ini saya begadang, karena ada pemadatan jadwal dan banyak tugas. Tapi saya merasa baik-baik saja, tidak ada tanda-tanda darah rendah. Padahal tadi saya sudah datang sejak awal, berharap bisa ikut donor,” terang warga Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan, Grobogan itu.

Meski begitu, Saidah merasa puas dengan antusiasme teman-temannya yang ikut berdonor. Dia mengatakan ada sekitar 90 orang yang mendaftar, dan 29 orang di antaranya belum bisa ikut donor. Dari 29 orang yang belum bisa donor, sebagian banyak dikarenakan memiliki tekanan darah rendah.

“Kami mulai pukul 8.30 WIB dan pendaftaran kami tutup pukul 12.00 WIB. Jadi ada beberapa orang yang terlambat sudah tidak bisa. Panitia kegiatan ini ada 16 orang, kami mulai publikasi satu pekan sebelum kegiatan. Semua berjalan dengan lancar, karena sudah biasa, menjadi kegiatan rutin setiap tiga bulan sekali,” tambahnya.