Super Murah, Warung di Undaan Lor Ini Jual Mi Ayam Harga Rp 3500, Tiap Hari Selalu Diserbu Pembeli

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, UNDAAN LOR – Di tepi timur Jalan Kudus-Purwodadi tampak beberapa sepeda motor memenuhi pelataran warung bakso. Di dalam warung tampak beberapa orang sedang asyik menikmati bakso serta mi ayam yang disajikan, sebagian lainnya menunggu hidangan. Terlihat seorang pria berkaus berkerah putih sedang sibuk menyiapkan mi ayam dan bakso yang dipesan pembeli. Pria tersebut bernama Turaekhan (41) penjual mi ayam dan bakso dengan harga sangat super murah.

Turaekhan bersama istri menyajikan mi dan bakso untuk pembeli 2017_4
Turaekhan bersama istri menyajikan mi dan bakso untuk pembeli. Foto: Rabu Sipan

Di sela aktivitasnya tersebut, Turaekhan sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus tentang mi ayam yang dia jual. Dia mengungkapkan, mematok harga mi ayam itu hanya Rp 3500 seporsi. Menurutnya, harga tersebut sudah naik, dibanding saat pertama berjualan. Pada tahun 2008 saat mulai berjualan, dia hanya mematok harga Rp 2000 seporsi.

“Aku memang mematok harga mi ayam yang aku jual lebih murah dari lainnya. Hal tersebut aku lakukan karena aku ingin jualan mi ayamku itu laris. Meskipun murah dijamin rasanya enak dan tidak kalah dengan yang lainnya. Karena selain memberi harga miring, aku juga menjaga rasa dan bahan agar mi ayam jualanku diminati banyak orang,” ungkap Turaekhan, belum lama ini.

Siang itu kedai mi ayam dan bakso milik Turaekhan ramai pembeli. Bebarapa pengunjung terlihat sedang menyantap hidangan yang disajikan. Tak terkecuali empat ramaja putri berjilbab yang duduk di bangku deretan paling depan, mereka tampak asyik bersantap ria sambil ngobrol serta bercanda. Satu di antara remaja putri itu bernama Ruqi Faulida (16) yang berlangganan di kedia bakso dan mi Turaekhan karena harganya sangat murah.

Seusai menyantap habis hidangan yang dipesannya, perempuan yang akrab disapa Ruqi itu mengungkapkan, berlangganan di kedai mi dan bakso milik Turaekhan sudah sekitar lima tahun. Menurutnya, mi dan bakso yang dijual Turaekhan sangat murah namun rasanya juga tetap enak.

“Tidak terasa aku sudah berlangganan di kedai mi dan bakso di sini sudah berjalan lima tahun. aku pertama beli itu saat masih kelas tujuh MTS. Sejak saat itu setiap ingin makan bakso dan mi ayam pasti datang ke kedai mi dan bakso Pak Turaekhan. Karena cuma di sini yang harganya murah dan rasanya juga tetap enak,” ujar Ruqi siswi kelas XI MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kidul.

Warga Dukuh Gatet, Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kudus itu menuturkan, pertama tahu dengan warung mi dan bakso Turaekhan dari teman sekolahnya. Kata temannya tersebut di Desa Undaan Lor ada mi dan bakso yang harganya sangat murah yakni Rp 2 ribu dan Rp 3 ribu seporsi. Karena penasaran, dia serta teman lainnya pun datang ke kedai yang diceritakan temannya tersebut.

“Waktu itu harga mi ayam masih Rp 2 ribu seporsi dan Rp 3 ribu seporsi untuk bakso. Rasanya juga enak, mi ayamnya pakai daging ayam asli tidak dicampur jamur dan lainnya. Baksonya juga isi daging. Meski sekarang sudah naik Rp 1500 per porsi, menurutku harga di sini paling murah di antara kedai lainnya,” ungkap Ruqi yang di iringi anggukan tiga temannya.