Thania Bersyukur Hidup Damai di Kudus dan Bisa Beribadah Paskah dengan Tenang

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, BARONGAN – Sejumlah pria mengenakan berbagai jenis seragam tampak bersiaga untuk mengamankan Gereja Santo Yohanes Evangelista di tepi Jalan Sunan Muria, Desa Barongan, Kota Kudus, Jumat (14/4/2017), sore. Ratusan orang terlihat mulai berdatangan untuk melaksanakan misa Jumat Agung. Aurynathania (17) adalah satu di antara jemaat yang datang untuk misa. Dia datang bersama kedua orang tuanya.

Misa Jumat Agung di Gereja St Yohanes Evangelista 2017_4
Misa Jumat Agung di Gereja St Yohanes Evangelista. Foto: Ahmad Rosyidi

Thania, begitu dia akrab disapa, sudi berbagi cerita kepada Seputarkudus.com tentang perasaannya pada perayaan Paskah tahun ini. Dia mengatakan merasa bersyukur hidup di Kudus yang damai dengan toleransi antar umat beragama yang tinggi. Dia merasakan kedamaian, termasuk pada perayaan Paskah kali ini.

“Kudus itu aman, hidup di sini kami merasa damai. Meski saat ini isu perpecahan antar umat beragama cukup tinggi, tapi itu tidak terjadi di Kudus. Harapan saya masyarakat Bangsa ini bisa lebih toleran, menghormati dan menghargai sesama umat beragama. Kudus khususnya, bisa semakin toleran, semakin aman dan tentram, bisa bersama-sama menjaga keutuhan Bangsa,” ungkap warga Desa Wergu Kulon, Kota Kudus itu.

Tidak jauh dari tempat duduk Thania yang sedang menunggu giliran ibadat Jumat Agung ke-2, terlihat seorang pria mengenakan kaus merah sedang memberi arahan kepada rekannya. Dia adalah Dominikus Rohmad (43), koordinator tatatertib Tri Suci Paskah gereja setempat. Dia mengungkapkan, kegiatan ibadat berjalan dengan lancar. Kegiatan yang dimulai 13 April 2017 hingga tanggal 16 April 2017 itu mereka persiapkan selama empat bulan.

“Ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun, jadi kami sudah terbiasa. Semua berjalan dengan lancar. Untuk keamanan memang ketat, kami tidak khawatir, cuma kami tetap waspada. Bagi saya Kudus aman, saya juga yakin masyarakat Kudus toleransinya tinggi,” terang pria yang akrab disapa Dominikus itu.

Dominikus juga merinci kegiatan yang berlangsung selama empat hari dan melibatkan panitia kurang lebih sebanyak 65 orang tersebut. Hari Kamis, ada kegiatan Misa Kamis Putih yang dilakukan dua kali, pertama pukul 17.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB dan yang kedua dimulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB.

Pada hari kedua, katanya, ada misa Jumat Agung memperingati wafatnya Tuhan Yesus Kristus, pagi kemarin. Ada visualisasi kesengsaraan Tuhan Yesus Kristus mulai pukul 8.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB, dilanjutkan misa Jumat Agung yang dilakukan dua kali, mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, dan pukul 17.30 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

“Sabtu ada Misa Malam Paskah, dilakukan dua kali, mulai pukul 17.30 WIB hingga pukul 20.00 WIB dan pukul 20.30 WIB hingga pukul 22.30 WIB. Dan terakhir, Minggu ada Misa Paskah Anak yang dimulai pukul 07.00 hingga selesai,” tambah pria yang sudah memiliki tiga anak itu.