Tiap Malam Bocah 10 Tahun Penderita Cerebral Palsy Ini Menangis Menahan Sakit

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, KALIWUNGU – Seorang bocah perempuan terbaring di atas kasur lantai, di dalam rumah  di RT 3, RW 8 Dukuh Proko, Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Dahinya terlihat berkeringat, dan sesekali dirinya merintih kesakitan. Dia adalah Vidia Ayu Lestari, bocah berusia 10 tahun yang menderita Cerebral Palsy.

Ngatminah (ibu) dan Anwar (ayah) menjaga Ayu, penderita Cerebral Palsy
Ngatminah (ibu) dan Anwar (ayah) menjaga Ayu, penderita Cerebral Palsy. Foto: Imam Arwindra

Di sela rintihannya itu, Ayu, begitu dirinya akrab disapa, ingin posisi tubuhnya dirubah untuk mengurangi rasa sakit. Tak lama kemudian, ibunya memindah posisi tubuhnya yang tampak kurus dan tak bisa digerakkan tersebut.  “Bu, pindah bu, sakit,” pinta Ayu kepada ibunya dengan suara lirih.

Sambil merubah posisi tangan kanan anaknya, Ngatminah, ibunda Ayu, menjelaskan, anaknya menderita Cerebral Palsy sejak lahir. Dia menjelaskan, penyakit yang diderita anaknya itu yakni gangguan gerakan otot yang disebabkan cidera atau perkembangan abnormal pada otak. Setiap malam anaknya selalu manangis kesakitan.

“Mau tidak mau kami harus harus begadang, hingga Ayu tertidur. Sudah tiga bulan ini setiap malam Ayu nangis terus. Dia kesakitan,” tutur Ngatminah kepada Seputarkudus.com, belum lama ini.

Dia mengatakan, setiap hari anaknya hanya terbaring kaku di atas kasur. Kadang Ngatminah membantu menekuk tangannya untuk mengurangi rasa sakit. “Ini sudah tidak bisa kemana-mana. Saat ke kamar mandi untuk buang air besar dan kecil pun sangat kesulitan,”  tutur Ngatminah dengan mata berkaca-kaca.

Anwar, ayah Ayu, yang saat itu berada di dekat anaknya, menceritakan, ketika lahir tubuh anaknya kaku. Dia kemudian memeriksakannya ke dokter, dan Ayu didiagnosa menderita Cerebral Palsy. Ayu kemudian diberikan terapi dua kali sepekan.

Tiga bulan terakhir ini, katanya, penyakit anaknya semakin parah. Itu terjadi karena Ayu hanya diterapi sepekan sekali. Dia tidak memiliki cukup biaya untuk memberikan pengobatan untuk anaknya.  Itu pun dilakukannya dengan memanggil petugas terapi agar datang ke rumah. “Diterapi di rumah karena digendong dia kesakitan. Mau pakai mobil tidak ada biaya,” tambah Anwar yang setiap hari berjualan baju di pasar.

Dia menambahkan, sebelum diterapi di rumah, Ayu melakukan terapi dilakukan di Rumah Sakit (RS) Mardi Rahayu. “Kalau dihitung biaya sekali terapi Rp 190 ribu di Mardi Rahayu. Jika memanggil petugas terapi bukan dari rumah sakit, biayanya hanya Rp 60 ribu,” jelasnya.

Saat masih rutin melakukan terapi, kata Anwar, Ayu masih bisa duduk sendiri. Namun sekarang Ayu hanya bisa tidur di kasur. Saat butuh bantuan, dirinya hanya bisa menangis. Sebelumnya, Ayu masih bisa diajak jalan-jalan ke taman atau hanya sekadar melihat suasana di luar rumah. Namun saat ini, di gendong saja Ayu merasa sakit. “Mungkin otot syarafnya sakit,” tuturnya.

Ngatminah melanjutkan, selama terapi di rumah sakit dirinya menggunakan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang diikutinya di PT Djarum. Dia yang bekerja sebagai buruh mengakui baru-baru ini mengikut sertakan keluarganya dalam BPJS. Namun lagi-lagi biaya masih belum cukup untuk berobat Ayu. “Selain terapi, Ayu juga konsumsi obat. Namun obat tersebut hanya vitamin saja. Kan memang belum ada obatnya,” jelas ibu yang memiliki anak tiga tersebut.

Dirinya berharap, anaknya bisa lekas sembuh dan dapat normal seperti anak pada umumnya. “Semoga ada dermawan yang bisa membantu kami melakukan pengobatan. Dan semoga ada keajaiban Ayu bisa sembuh. Saya tidak akan pernah menyerah merawat Ayu,” tambahnya.

————————————————————————————-

Bagi dermawan yang ingin memberi bantuan silakan ke alamat rumah Dukuh Proko, Desa Kaliwungu RT 3, RW 8, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Kontak: Anwar (ayah Ayu): 085225439484

Atau bisa menitipkan bantuan ke Redaksi Seputar Kudus melalui Rekening BCA: 0312285817 an/suwoko (berita: PEDULI AYU). *Sudah mendapat persetujuan dari Pak Anwar (ayah Ayu). Program bantuan melalui redaksi akan kami tutup pada 28 April 2017 pukul 24.00.