VIDEO Wisata River Tubing Desa Jurang Resmi Dibuka, Wahyudi: Gak Jatuh, Gak Seru!

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, JURANG – Wajahnya tampak semringah saat ban yang dikendarainya menepi di dekat Bendungan Karang Gayam Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus. Dengan masih mengenakan pelampung dan helm, Wahyudi menarik ban yang telah digunakkanya. Dia bersama lima temannya dan tiga pemandu usai melakukan river tubing sejauh empat kilometer lokasi wisata X-Juranx desa setempat.

Wisata arung jeram di Green Canyon Desa Jurang, Kudus 2017_4
Wisata river tubing di Green Canyon X-Jurang Desa Jurang, Kudus. Foto: Imam Arwindra

Wisata sungai yang baru dibuka di Desa Jurang, menurut Wahyudi sangat indah. Di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Gelis itu, dirinya melihat green canyon setinggi 30 meter. Dengan suasana alam yang menghijau dan arus sungai yang cukup deras, bersama teman kerjanya di PT Bumen Redja Abadi, dirinya mengaku puas menikmati wisata yang baru di-launcing awal bulan ini. “Tempatnya sangat bagus. Puas pokoknya,” ungkapnya saat ditemui akhir pekan lalu.

Baca juga: Tak Disangka Desa Jurang Punya Green Canyon Sebagus Ini, Cocok untuk Arung Jeram

Dirinya mengaku sempat terjatuh beberapa kali karena bebatuan dan arus yang deras. Namun Wahyudi mengaku tidak mempermasalahkan. Dirinya justru merasa seru saat ban yang dikendarainya terbalik. “Gak jatuh, gak seru. Asiknya memang saat jatuh,” tambahnya yang terlihat senang.

Bersama temannya dirinya meminta kepada pengelola agar sepanjang jalur untuk dijaga kebersihannya. Dikatakan, saat melakukan perjalanan di sungai, di beberapa titik dirinya sejumlah sampah. Padahal potensi wisata sungai di Desa Jurang sangatlah indah. “Tadi juga ada spot yang diameternya sempit sekali, kira-kira satu meter. Kalau bisa sih diperlebar lagi. Karena hanya bisa dilewati satu ban saja,” harapnya kepada pengelola pariwisata.

Sementara itu, pengelola wisata sungai X-Jurang Rudi Setiawan (30) menuturkan,tempat itu baru dibuka secara umum pada Sabtu (1/4/2017). Menurutnya, sejak beredarnya gambar dan video di media sosial, minat pengunjung terus meningkat. “Pembukaan hari pertama sudah ada yang booking. Untuk hari Minggu empat session pun sudah di-booking. Saya sampai kewalahan melayani permintaan,” ungkapnya sambil menunjukkan jadwal booking pengunjung.

Dirinya menjelaskan, wisata sungai yang dikelola Karang Taruna Gelora Mahardika Desa Jurang mengusung konsep river tubing. Menurutnya, pengunjung bisa meluncur bebas di atas permukaan sungai yang berarus cukup deras menggunakan ban. Pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan green cayon yang masih alami sepanjang sungai. “Waktu tempuhnya kira-kira dua jam,” jelasnya.

Untuk keamanan, katanya, setiap pengunjung akan dilengkapi dengan pelampung dan helm. Selain itu, ada pemandu perjalan yang akan mendampingi dari awal hingga akhir. Menurutnya, biaya yang berikan yakni Rp 50 ribu setiap pengunjung. “Kami ada jumlah minimal yakni lima orang dan maksimal 10 orang. Harga Rp 50 ribu sudah termasuk fasilitas keamanan, dokumentasi, welcome drink dan hot drink,” tuturnya yang mengenakan kaos hijau.

Selanjutnya, jadwal yang diberikan hanya Sabtu dan Minggu saja. Rudi menjelaskan, pada Sabtu hanya ada dua sesi yakni pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB. Selanjutnya sesi kedua pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB. Pada hari Minggu, pengelola menyediakan empat sesi, yakni mulai pagi pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB, sesi kedua 10.00-12.00 WIB, sesi ketiga 13.00-15.00 WIB dan terakhir pukul 15.00-17.00 WIB.

“Diharapkan pengunjung yang sudah booking untuk datang 30 menit sebelum dimulai. Karena sebelum masuk sungai ada pengarahan dulu dari tim guide (pemandu),” terangnya.