Wow, Pengelola Wisata Sungai Jurang Akan Gandeng Jasaraharja, Pengunjung Dapat Asuransi

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, JURANG – Mobil Avanza putih terlihat terparkir di lokasi start wisata River Tubing di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus. Mobil dengan tulisan stiker Jasaraharja Putera Semarang terlihat membawa beberapa penumpang yang ternyata karyawan perusahaan asuransi itu. Para pegawai asuransi tersebut sedang melakukan survei lokasi untuk perencanaan kerja sama dengan pengelola wisata River Tubing di Desa Jurang.

Objek wisata sungai di Desa Jurang, Gebog, Kudus
Objek wisata sungai di Desa Jurang, Gebog, Kudus. Foto: Imam Arwindra

Menurut Staf Marketing PT Asuransi Jasaraharja Putera Dewi Forismasari, pihaknya sedang melakukan tinjauan lokasi wisata terkait kerjasama pemberian asuransi kepada pengunjung wisata River Tubing Desa Jurang. Menurutnya setelah meninjau lokasi wisata ada kemungkinan pihaknya akan mengabulkan kerja sama dengan pihak pengelola. “Ini baru tahap suvei lokasi. Tempatnya cukup bagus,” tuturnya di sela-sela melaksanakan survei, akhir pekan lalu.

Baca juga: VIDEO Wisata River Tubing Desa Jurang Resmi Dibuka, Wahyudi: Gak Jatuh, Gak Seru!

Dewi, begitu dia akrab disapa, menuturkan, jadi atau tidaknya pihak Jasaraharja Putera bekerja sama dengan pengelola wisata di sana, tergantung dengan pimpinan perusahaan. Nanti dirinya akan melakukan pembicaraan dengan pimpinan dengan pedoman hasil survei. Hasil tersebut diperkirakan akan keluar di pertengahan April 2017. “Ya fifty-fifty lah,” jelasnya.

Dalam penetapan kerja sama, dirinya mempertimbangkan kelayakan tempat dan sarana yang digunakan. Menurutnya, pihaknya juga memperhitungkan risiko yang akan terjadi jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan di lokasi wisata. Namun berdasarkan pantauan singkat, prasarana yang disediakan sudah cukup memadai. “Asuransi kan menjual risiko. Jadi harus matang,” tambahnya.

Dalam asuransi wisata, pihaknya memberikan dua pilihan yakni sistem eksidentil dan borongan. Dewi menjelaskan, untuk asuransi eksidentil premi yang harus dibayar yakni saat ada wisatawan yang datang ke tempat wisata. Namun jika borongan, setiap bulannya pengelola harus membayarkan premi sejumlah uang yang telah disepakati. “Sistem borongan seperti (wisata) kolam renang. Setiap bulannya mereka rutin setor kepada kami. Biasanya Rp 1 juta,” terangnya.

Untuk eksidentil premi biasanya Rp 10 ribu dari setiap pengunjung. Nantinya jika ada kecelakaan pihaknya akan memberikan santunan Rp 1 juta untuk perawatan, maksimal Rp 5 juta untuk cacat tetap dan Rp 5 juta bagi yang meninggal. “Nanti nunggu keputusannya seperti apa,” tuturnya.