Yaumis Baru Tahu, Masjid Menara Kudus Dibangun pada Hadi Selasa Legi, 19 Rajab 956 H

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, MENARA – Ratusan orang mengenakan atasan koko putih berkumpul di aula Gedung Yayasan Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK). Mereka juga mengenakan ikat kepala kain beserta sarung batik. Mereka tampak khidmat mendengarkan narasumber dalam kegiatan Sarasehan 19 Rajab peringatan hari jadi Masjid Al-Aqsha Menara Kudus.

Sarasehan 19 Rajab peringatan hari jadi Masjid Al-Aqsha Menara Kudus 2017_4
Sarasehan 19 Rajab peringatan hari jadi Masjid Al-Aqsha Menara Kudus. Foto: Imam Arwindra

Yaumis Salam (22), adalah satu di antara ratusan pesrta yang datang. Anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma STAIN Kudus mengaku datang karena ingin mengetahui secara detail waktu pendirian Masjid Al-Aqsha Menara Kudus. Sebelumnya, dia sudah mengetahui Masjid Al-Aqsha Menara Kudus dibangun tahun 956 hijriyah. Namun dia tidak tahu hari dan tanggal detailnya.

“Tadi habis mendengarkan penuturan narasumber ternyata Masjid Al-Aqsha dibangun Hari Selasa Legi, tanggal 19 Rajab tahun 956 hijriyah,” tuturnya kepada Seputarkudus.com, pada acara yang diselenggarakan Sabtu (15/4/2017) malam.

Acara sarasehan dihadiri tak kurang 400 undangan yang datang dari berbagai kalangan dan latar belakarang. Panitia menghadirkan narasumber ahli falaq KH Saifuddin Luthfi, dosen Sejarah dan Peradaban UIN Sunan Kalijaga Riswinarno, Arsitek dan Dewan Kebudayaan Daerah Istimewa Yogjakarta Revianto Budi Santosa, budayawan Habib Abdullah Al-Hindun dan Jadul Maula.

Yaumis mengatakan, catatan waktu pendirian Masjid Al-Aqsha Menara Kudus tertulis di prasasti yang letaknya berada di atas mimbar imaman. Tulisan di maksud menggunakan huruf Arab yang bentuknya sulit untuk dibacanya. Namun sekarang dirinya sudah tahu setelah mengikuti kegiatan Sarasehan 19 Rajab yang diadakan oleh YM3SK. “Ini sebuah identitas. Anak muda seperti saya harus mengerti,” tambahnya.

Dirinya mengaku kagum saat Revianto Budi Santosa, narasumber kegiatan yang memiliki latar belakang Arsitek dan Dewan Kebudayaan Daerah Istimewa Yogjakarta, memberi pemaparan. Menurutnya saat memaparkan materi, Masjid Al-Aqsha Menara Kudus mejadi ikon masjid dari Indonesia yang berada di Malaysia. “Jadi di Malaysia itu ada tempat yang berisi masjid-masjid dari berbagai negara. Masjid Al-Aqsha menjadi ikon dari Indonesia,” ungkapnya.

Ketua YM3SK M Nadjib Hassan menuturkan, sarasehan diselenggarakan untuk memperingati hari jadi Masjid Al-Aqsha Menara Kudus. Masjid yang didirikan Sunan Kudus menurutnya sudah diperingati selama 482 kali. “Masjid Al-Aqsha didirikan Hari Selasa Legi, tanggal 19 Rajab tahun 956 Hijriyah,” tuturnya di sela-sela kegiatan.

Menurutnya kegiatan itu digelar untuk merefleksikan diri terhadap cita-cita Sunan Kudus dalam mendirikan negeri Kudus dan Menara Kudus, masih sesuai jalur atau sudah menyimpang. Dijelaskan, Sunan Kudus yang dikenal bagai Walisongo dalam dakwahnya membawa perdamaian. Hal tersebut dibuktikan dari bentuk Menara Kudus yang akulturatif.