Alhamdulillah, Mbah Yatin Jual Ribuan Gerabah di Tradisi Dandangan

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, DEMAAN – Di tepi barat Jalan Pangeran Puger Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kudus tepatnya di pojok Barat Laut Perempatan Kojan tampak sebuah lapak yang berisi ratusan kreweng dan celengan. Di lapak tersebut terlihat seorang perempuan setengah baya sedang menjajakan aneka dagangannya di Dandangan Kudus. Perempuan tersebut bernama Yatin (55), penjual aneka gerabah yang sudah menjual ribuan kreweng di Dandangan tahun ini.

Mbah Yatin asal Mayong menjual gerabah di Dandangan Kudus 2017_5
Mbah Yatin asal Mayong menjual gerabah di Dandangan Kudus. Foto: Rabu Sipan

Kepada seputarkudus.com Yatin sudi berbagi penjelasan tentang berjualan di Tradisi Dandangan tahun ini. Dia mengungkapkan, meski acara Dandangan belum usai dirinya mengaku sudah mampu menjual aneka gerabah sebanyak 10 keranjang besar. Menurutnya, satu keranjang besar itu berisi sekitar 400 kreweng. Sedangkan keranjang yang berisi gerabah lainnya paling bisa muat sekitar 30 hingga 50 pcs saja.

Baca juga: Puput Rela Habiskan Libur Ujian dengan Bantu Neneknya Berjualan di Dandangan

“10 keranjang besar itu kebanyakan aku isi dengan kreweng. Setidaknya ada tujuh keranjang yang aku isi dengan kreweng. Sedangkan yang lainnya aku isi dengan celengan berbagai bentuk, serta mainan timbangan. Sebanyak 10 keranjang tersebut sudah habis terjual dan kini dalam tahap penjualan 10 keranjang lainya. Semoga saja bisa habis terjual,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Perempuan yang berasal dari Mayong, Jepara itu mengatakan, setiap tahun rutin ikut berjualan di gelaran tradisi Dandangan Kudus. Dia mengaku berjualan sejak belum punya cucu dan sekarang sudah punya lima cucu. Dan selama itu, dirinya selalu menjajakan aneka gerabahnya lebih awal Dandangan. Begitu juga dengan tahun ini, dia mulai berjualan sepekan sebelum acara Dandangan dimulai.

Diakuinya, pada Tradisi Dandangan tahun ini daya beli pengunjung turun drastis. Bahkan tuturnya, penjualan saat ini belum ada sepuruhnya dibanding Dandangan tahun lalu. Dia mengatakan, pada tahun lalu selama 17 hari mampu menjual aneka gerabah sebanyak dua mobil bak terbuka yang berisi sekitar 40 keranjang besar. Dari penjualan tersebut dia mengaku mampu mendapatkan uang sekitar Rp 15 juta.

“Aku memang baru mampu menjual sekitar 10 keranjang besar yang berisi aneka gerabah. Dan jumlah tersebut belum ada separuhnya dibanding Dandangan tahun lalu. Semoga saja diwaktu yang tersisa ini aku bisa menjual gerabah lebih banyak, setidaknya separuh dari total tahun kemarin,” ungkapnya.

Perempuan yang sudah dikaruniai lima cucu itu mengungkapkan, menjual aneka gerabah di antaranya, kreweng yang dijualnya dengan harga Rp 15 ribu per 10 pcs, atau harga ecernya Rp 1500 per pcs. Sedangkan celengan kelinci kecil dijualnya Rp 10 ribu per pcs, untuk celengan besar yang berbentuk Semar, Labu dan lainnya dihargai Rp 20 ribu per pcs.

“Selain itu aku juga menjual kendi yang aku jual dengan harga Rp 30 ribu per pcs. Panci yang terbuat dari tanah liat aku hargai Rp 3 ribu per pcs. Sedangkan celengan kura-kura aku jual dengan harga Rp 25 ribu per cps. Serta mainan berbentuk timbangan aku tawarkan antara harga Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu per unit,” jelasnya.