Belasan Tahun Kerja Ikut Orang, Suwadi Nekat Buat Usaha Produksi Susu Murni Modal Utang

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, JEKULO – Di selatan Jalan sekitar 15 meter dari Jalan Siliwangi Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo, Kudus tampak dua  bangunan setengah permanen dengan lantai cor beton. Di satu bangunan tersebut dalamnya terlihat lima ekor sapi. Di antara sapi itu tampak seorang pria jongkok memerah susu dengan ember tembaga di sampingnya. Pria tersebut adalah Suwadi (47), pemilik usaha pemerah susu sapi murni.

Suwadi sedang memerah susu sapi di kandang miliknya 2017_5
Suwadi sedang memerah susu sapi di kandang miliknya. Foto: Rabu Sipan

Seusai memerah susu, Suwadi sudi meluang waktu untuk berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang usahanya tersebut. Dia mengungkapkan, dirinya memulai usaha ternak sapi perah pada tahun 1998. Menurutnya, sebelum membuka usaha perah susu sapi, dirinya mengaku terlebih dulu bekerja di usaha perahan susu milik orang lain selama 12 tahun. Tempatnya bekerja dulu terbilang besar, dan dirinya bekerja di bagian perawatan sapi dan pemasaran susunya kepada konsumen.

Baca juga: Meski Tak Besar, Usaha Produksi Susu Murni Milik Suwadi Bisa Biayai Anaknya Hingga Perguruan Tinggi

“Pada saat itu produksi susu di tempatku bekerja mulai menurun sedangkan permintaan susu murni meningkat. Oleh sebab itu aku nekat membeli sapi perah susu dari Boyolali, dengan modal hutang kepada saudara dengan jaminan sepeda motor,” ungkapnya, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Pria yang dikaruniai dua anak itu mengatakan, saat memiliki sapi perah yang sudah bisa menghasilkan susu murni, dirinya masih bekerja di tempat kerjanya. Namun tindakannya tersebut sempat ditentang bos tempatnya bekerja. Sehingga dia memutuskan keluar dan fokus pada usahanya.

Setelah keluar kerja dan ingin bisa menghasilkan susu murni lebih banyak, pada tahun 1999 dia mengaku membeli satu lagi sapi perah. Menurutnya, dengan memiliki dua ekor sapi, Suwadi mampu mendapatkan sekitar 20 liter sehari dengan harga saat itu Rp 3 ribu per liter. Menurutnya, dengan dua ekor sapi perah tersebut hasil dari penjualan susu berangsur-angsur mampu untuk melunasi hutang modal pembelian sapi.

“Aku bersyukur karena dari hasil penjualan susu murni sapi perah itu aku bisa melunasi hutang modal untuk membeli sapi perah. Dari hasil penjualan tersebut aku juga bisa menabung hingga pada tahun 2002 mampu beli seekor sapi perah lagi. Jadi total aku memiliki tiga ekor sapi perah,” tuturnya.

Dia mengatakan, dengan memiliki tiga ekor sapi perah produksi susunya juga makin banyak, penghasilannya pun meningkat. Saat ini Suwadi sudah memiliki sembilan ekor sapi. Namun yang sapi perahnya hanya lima ekor saja, sedangkan yang empat ekor merupakan anak dari sapi perah dan berjenis kelamin jantan.

Dari lima ekor sapi perah tersebut, kini dia mampu menghasilkan sekitar 40 liter susu sehari dengan harga saat ini Rp 12 ribu per liter. Sedangkan empat ekor sapi jantan yang merupakan anak dari sapi  perah tersebut, tetap dirawat dan dipelihara karena saat besar nanti harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah per ekor.

“Aku berharap semua sapi perahku bisa produktif dan menghasilkan susu murni yang banyak dan semoga usaha pemerahan susu kami bisa makin berkembang. Dan kami juga bisa membangun kandang yang lebih tinggi serta luas agar bisa buat kunjungan pendidikan anak sekolah TK maupun Paud,” harapnya.