Dishubkominfo Kudus Kali Pertama Gelar Acara Seleksi Pertunjukan Rakyat

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, BAE – Puluhan orang mengenakan beraneka kostum terlihat berkumpul di luar gedung Taman Budaya Sosrokartono Kudus, Selasa (16/5/2017) pagi. Tidak lama berselang, sejumlah orang berseragam meminta mereka untuk segera memasuki aula, karena acara Festival Pertunjukan Rakyat akan segera dimulai.

Seleksi Festival Pertunjukan Rakyat di Taman Budaya Sosrokartono Kudus 2017_5
Seleksi Festival Pertunjukan Rakyat di Taman Budaya Sosrokartono Kudus. Foto: Ahmad Rosyidi

Nanang Usdiarto (56), adalah satu di antara panitia dalam acara tersebut. Dia mengungkapkan, acara yang diselenggarakan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kudus itu baru pertama kali digelar di Kudus. Tema yang diangkat yakni “Jateng Gayeng Ora Ngapusi Ora Korupsi”.

Dia menjelaskan, acara Festival Pertunjukan Rakyat ini diselenggarakan untuk menyeleksi Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) tingkat Kabupaten dan Kota. “Ini kegiatan Diskominfo Jawa Tengah dan FK Metra Jawa Tengah. Dan Kudus baru pertama kali menjadi penyelenggara. Ini untuk menyeleksi perwakilan FK Metra Jawa Tengah tampil di tingkat Nasional. Tidak hanya di Kudus, tetapi seleksi ini juga dilakukan di Brebes dan Purworejo juga,” ungkap Sekretaris Dishubkominfo Kudus itu, kemarin.

Nanang menjelaskan, acara tersebut sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahun Dishubkominfo Jawa Tengah dan FK Metra Jawa Tengah. “Saya berharap akan muncul seniman-seniman dari Kudus di kancah Nasional maupun Internasional,” jelas Pria asli Semarang itu.

Dia menambahkan, Diskominfo Kudus sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk terselenggaranya kegiatan tersebut. Selain itu, pihaknya juga menggandeng FK Metra Kudus untuk mensukseskan kegiatan. Menurutnya, kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB, itu berjalan dengan lancar.

Dalam sambutannya, Ketua FK Metra Jawa Tengah, menyampaikan, FK Metra berkomunikasi dengan masyarakat melalui kesenian tradisional. Dan menyampaikan nilai-nilai budaya Bangsa demi menjaga keutuhan NKRI. Dengan seni tradisional yang menggunakan bahasa ibu, harapannya lebih mudah diterima dan dipahami masyarakat.

“Kesenian kita bisa dihadirkan di masyarakat, sekaligus informasi tersampaikan dengan baik. Karena saat ini pemahaman masyarakat sangat tipis, sehingga terjadi penyelewengan dimana-mana. Harapannya dengan menghadirkan kesenian tradisional dapat menyampaikan nilai-nilai budaya Bangsa kepada masyarakat demi menjaga keutuhan NKRI,” terangnya.