Elly Persembahkan Puisi untuk Para Politikus yang Suka Umbar Janji Tapi Banyak Menipu

Diposting pada

SEPUTARKUDUS.COM, UMK – Puluhan koran tertempel menghiasi latar panggung di Lapangan Basket Universitas Muria Kudus, Sabtu (20/5/2017) malam, di acara Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk). Seorang perempuan terlihat berdiri di atas panggung tersebut, dan kemudian membaca puisi. Sementara tiga orang lainnya, melakukan teatrikal mengiringi pembacaan puisi tersebut.

Elly (kerudung kuning) membaca puisi dalam kegiatan Fasbuk Mei 2017 di UMK
Elly (kerudung kuning) membaca puisi dalam kegiatan Fasbuk Mei 2017 di UMK. Foto: Ahmad Rosyidi

Mereka yang tampil di panggung itu tergabung dalam Teater Bledug dari Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Kudus. Sri Ellyyanti Octaviyani (20), pembaca puisi tersebut, memilih puisi berjudul Negeri Berbalut Politikus untuk dibacakan dalam kegiatan bertajuk “Hoax Hoex Hoam”. Puisi itu dipilih, karena dirinya sebagai masyarakat merasa sering dibohongi oleh pemerintah.

“Saya membaca puisi itu karena saya merasa pemerintah banyak mengumbar janji saat kampanye. Jadi saya sebagai rakyat merasa dibohongi. Selain itu banyak beredarnya berita hoax membuat kami merasa kesal,” ungkap Lurah Teater Bledug itu kepada Seputarkudus.com usai pentas.

Dia menjelaskan, puisi yang dibacanya merupakan rangkuman dari beberapa artikel yang disusun menjadi puisi. Kemudian dirinya dan teman-temannya Teater Bledug membuat konsep teatrikal. Elly mengaku, mempersiapkan pementasan tersebut membutuhkan waktu lima hari. Karena padat jadwal kuliah saat siang hari, mereka meluangkan lima hari untuk latihan setiap malam, mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 20.30 WIB.

“Tadi menceritakan tentang rakyat jelata. Meski tahu tentang kebohongan pemerintah tetapi tidak bisa berbuat apa-apa,” terang warga Desa Mojo Pligen, Kecamatan Cluwak, Pati itu.

Dalam kegiatan rutin diselenggarakan tiap bulan itu, kali ini Fasbuk memilih untuk menyoroti banyaknya berita bohong, atau lebih sering disebut hoax. Dalam acara tersebut, Fasbuk menghadirkan sejumlah narasumber untuk menjadi pemantik dalam diskusi tentang maraknya berita hoax. Mereka di antaranya Akrom Hazami, redaktur di Muria News Com, Mohammad Noor Ahsin, dosen UMK).

Edi Sukirno, Penanggung jawab Fasbuk, menjelaskan, pihaknya mengangkat tema tersebut dengan harapan kalangan pemuda saat ini bisa lebih kritis dan selektif dalam membaca berita. Maraknya berita hoax membuatnya merasa resah. Menurutnya, banyak pemuda yang lebih senang dengan berita-berita hoax karena judul yang menarik, meski isinya belum tentu benar.